Gempa magnitudo 6,0 yang melanda Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Sabtu (1/10), turut disertai bencana kebakaran. Sedikitnya 19 rumah toko (ruko) di Pasar Sarulla, Kecamatan Pahae Jae, diamuk si jago merah.
Juru bicara Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walpon Baringbing mengatakan, kebakaran diduga dipicu korsleting. Peristiwa itu terjadi saat aliran listrik padam usai gempa kembali menyala.
"Saat listrik kembali menyala, saksi Rustin Boru Nainggolan mendengar korsleting listrik dari bagian asbes rumahnya. Selanjutnya, saksi melihat bagian asbes rumahnya mengeluarkan asap tebal," ucap Walpon, Sabtu (1/10).
Kemudian, saksi Rustin meminta tolong kepada warga untuk melakukan pemadaman di rumahnya. Dengan alat seadanya warga mencoba memadamkan api. Namun, api dengan cepat merambat ke bangunan lainnya.
"Selanjutnya, damkar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menurunkan sejumlah armada untuk melakukan pemadaman api. Pada pukul 07.00 WIB, api berhasil dipadamkan. Atas kejadian tersebut 19 ruko di Pasar Sarulla terbakar," jelas Walpon.
Saat ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran itu. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Dalam kebakaran itu tidak ada korban jiwa maupun luka.