KM Sirimau yang kandas di perairan Ile Ape, Desa Pailolon, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, sejak Selasa (17/5) kemarin, akhirnya berhasil dievakuasi, Kamis (19/5). Kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) itu masih harus menjalani pemeriksaan di Pelabuhan Lewoleba, Lembata.
"Terima kasih atas koordinasi serta bantuan yang diberikan kepada PT Pelni (Persero) dalam upaya lepas kandas KM Sirimau. Alhamdulillah KM Sirimau sudah lepas kandas. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak-pihak yang telah membantu KM Sirimau dalam upaya lepas kandas," ungkap Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI (Persero) Opik Taupik dalam tertulis yang diterima merdeka.com.
Dia memaparkan, saat ini KM Sirimau sedang menuju Pelabuhan Lewoleba untuk dilakukan pemeriksaan secara mendetail oleh Marine Inspector. Pemeriksaan ini untuk menjaga kelaiklautan kapal, sehingga dapat beroperasional kembali dengan aman, nyaman, serta mengantarkan penumpang ke tujuan dengan selamat.
"KM Sirimau saat ini menuju Pelabuhan Lewoleba pada Kamis (19/5) dan sudah sandar di Pelabuhan Lewoleba pukul 12.30 WITA untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah pemeriksaan selesai dan kapal dinyatakan laik laut, maka KM Sirimau siap untuk beroperasi kembali dengan rute Lewoleba-Maumere-Baubau-Wanci-Namrole-Ambon-Sorong-Manokwari-Sorong-Ambin-Wanci-Baubau-Maumere-Lewoleba-Kupang," jelasnya.
Advertisement
Penumpang dan ABK Selamat
Opik menyatakan, seluruh penumpang di atas kapal yang berjumlah 784 orang beserta dengan kru kapal dipastikan aman dan selamat. Hal ini sebagai perwujudan PT Pelni mewujudkan pelayanan terbaik kepada seluruh stakeholdernya, termasuk kepada pengguna jasa.
KM Sirimau merupakan salah satu kapal Pelni yang memiliki kapasitas 1000 pax. Kapal melayani rute Kupang-Lewoleba-Maumere-Baubau-Wanci-Namrole-Ambon-Sorong-Manokwari-Sorong-Ambin-Wanci-Baubau-Maumere-Lewoleba-Kupang-Maumere-Lewoleba-Kupang PP.
Pelni sebagai Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak pada bidang transportasi laut. Saat ini perusahaan mengoperasikan 26 kapal penumpang dan menyinggahi 76 pelabuhan serta melayani 1.058 ruas.
Sebelumnya, KM Sirimau kandas di perairan Ile Ape, tepatnya di Desa Pailolon, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, sejak Selasa (17/5). Kapal yang membawa 784 penumpang dan 55 anak buah kapal (ABK) itu kandas, akibat melewati perairan dangkal yang sedang surut sehingga menabrak karang.