Ariyo Zidni, Membangkitkan Imajinasi Anak Lewat Dongeng Ceria

Dongeng kian semarak saat Ka Aio menirukan suara burung bangau yang ada dalam cerita tersebut.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Ariyo Zidni, Membangkitkan Imajinasi Anak Lewat Dongeng Ceria
Pendongeng Ariyo Zidni alias Kak Aio. ©2022 Istimewa

Jika dahulu dongeng identik dengan cerita pengantar tidur, namun saat ini mendengarkan dongeng bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Terlebih dengan perkembangan zaman dan teknologi. Kini mendengarkan dongeng bisa melalui media sosial YouTube.

Seperti dongeng anak tentang 'Kura-Kura Terbang' yang diceritakan Pendongeng Ariyo Zidni atau yang lebih dikenal dengan Ka Aio di akun YouTubenya Storees.

"Di sebuah padang pasir yang luas sekali, di satu bagiannya ada kolam kecil di mana di dekat kolam itu ada beberapa pohon-pohon. Di situ tinggallah 3 ekor sahabat. Ada 2 burung bangau dan satu kura-kura," kata Ka Aio dalam video untuk mengawali cerita.

Ka Aio bercerita dengan sangat menyenangkan didukung dengan gambar-gambar yang menarik. Dongeng kian semarak saat Ka Aio menirukan suara burung bangau yang ada dalam cerita tersebut. Beberapa kali ekspresinya juga berubah, kadang sedih, senang sesuai dengan jalan cerita.

"Sebenarnya dongeng itu dibikin harus menyenangkan," kata Ka Aio kepada merdeka.com.

Ka Aio mengatakan, seorang pendongeng harus memperhatikan waktu dan durasi saat dia mendongeng. Khusus pada anak-anak, jangan terlalu lama agar tidak bosan.

"Supaya nggak bosen, dongeng jangan lama-lama rata-rata 10-15 menit satu cerita," ujarnya.

Ka Aio menceritakan awal mula dirinya menggeluti aktivitas berdongeng. Dimulai saat masih kuliah di Universitas Indonesia jurusan Sastra pada tahun 1999. Saat itu, dia diajak dosennya untuk mendongeng khusus anak-anak yang menderita kanker di RSCM.

"Kok kayaknya seru ya bisa menghibur, merasa mereka lebih enak lebih baik. karena waktu itu kan dongengnya di rumah sakit untuk anak-anak kanker tumor di RSCM," kenang Ka Aio.

Dari situ lah, dia mulai aktif berdongeng di kegiatan-kegiatan sosial, ke taman baca, sampai ke panti asuhan. Ka Aio, sampai berguru ke Suyadi atau yang lebih dikenal dengan Pak Raden untuk belajar lebih baik dalam hal bercerita.

Akhirnya Ka Aio memberanikan diri berbagi ilmu dan mengajak rekan-rekan untuk mau berdongeng. Sampai akhirnya mendirikan komunitas Ayo Dongeng Indonesia.

"Tapi baru 2011 akhirnya bangun komunitas Ayo Dongeng Indonesia," tuturnya.

Selain mendongeng secara profesional dalam artian dibayar setiap dongeng, Ka Aio juga rutin melakukan dogeng sosial setiap weekend tanpa dipatok biaya alias gratis.

"Iyaa rutin, sampe sekarang masih. Sama teman-teman Ayo Dongeng kita ke yayasan sekolah untuk anak berkebutuhan khusus sekolah luar biasa itukan sosial jadi kita sosial nggak dibayar sama teman-teman relawan juga."

Dia berbagi pengalaman. Saat mendongeng untuk anak-anak biasa dengan anak-anak berkebutuhan khusus, ada perbedaannya. Untuk anak-anak berkebutuhan khusus ada beberapa hal yang harus dipersiapkan.

Misalnya, teman-teman yang tuna netra. Jadi jangan mendeskripsikan sesuatu yang agak susah, harus dijelaskan secara detail, kira-kira bentuknya seperti apa yang bisa mereka bayangkan.

Selain itu, khusus yang tuna netra, vocalnya harus bagus banget karena mereka tergantung suara. Sedangkan yang tuna rungu, biasanya disiapkan penerjemah bahasa isyarat atau pengucapan atau gerakan bibirnya harus jelas.

"Supaya yang sudah terbiasa baca gerak bibir, mereka juga bisa terbantu dari situ. jadi banyak hal yang disiapkan, kalau sama teman-teman ayo dongeng itu kita hati-hati banget. Jadi kita latihan dulu, ketemuan untuk persiapan baru deh," ujar Ka Aio.

Cerita Tak Terduga Saat Mendongeng

Puluhan tahun mendongeng, tentu banyak pengalaman yang tak terlupakan oleh Ka Aio. Di antaranya, saat dirinya mendapat undangan dongeng untuk pesantren kilat di Masjid Al-Azhar Jakarta. Saat itu, dia mendapat telepon dari panitia yang mengundangnya hadir mendongeng untuk anak-anak. Satu tas boneka sudah siap dia bawa sebagai pendukung saat bercerita.

Hal yang tak terduga terjadi, setelah dia masuk dan duduk di aula masjid. Yang terlihat hanya remaja-remaja, tidak ada satupun anak-anak kecil. Dia berpikir mungkin anak-anaknya sedang ada kegiatan lain. Sampai acara dibuka dan dia bersiap bercerita, anak-anak tetap tidak ada.

"Loh anak-anaknya mana, katanya dongeng buat anak-anak. Ternyata yang undang itu salah ngomong, karena sesama remaja kan biasa tuh ini buat anak-anak maksudnya anak-anaknya itu anak-anak remaja. Jadi itu kaget banget ternyata anak-anak nya itu anak remaja padahal bawanya boneka tapi itu yang dateng udah paling muda SMA, kuliah sisanya udah pada kerja," ceritanya.

Karena sudah terlanjur datang, dirinya tetap dongeng dengan properti boneka yang dia bawa. Dari pengalaman itu, ada pelajaran yang dia dapatkan. Pertama kalau mau mendongeng itu harus siap segala situasi termasuk kalau misalnya ada perubahan cerita. Termasuk bila audiensnya tidak sesuai dengan bayangan yang sebelumnya.

"Bonekanya tetap dikeluarin juga akhirnya mereka ketawa. Tetap dinikmati bercerita terkait tentang remaja. Akhirnya diambil aja dari pengalaman itu, terkadang hidup memang suka gitu kan, udah siap-siap ternyata kenyataannya berbeda. Kita harus benar-benar mempersiapkan diri dan sabar untuk menghadapi sesuatu termasuk pada hari ini. bisa-bisa aja disambungin tapi itu jadi pengalaman berharga banget sih," kenangnya.

Pengalaman berkesan lainnya, saat Ka Aio bercerita di depan anak-anak di rumah sakit khusus kanker. Awalnya ada perasaan takut, karena mereka harus pakai masker sampai membawa infus saat mau mendengarkan dongeng. Tapi, rasa takut itu hilang, dia malah kaget anak-anak itu sangat aktif bertanya sampai lupa waktu. Mereka tertawa, sampai ikut mencoba gerakan yang ada dalam ceritanya.

"Sampai membuat orang tuanya bilang makasih ya, datang lagi ya dan mereka ngajak lagi aku sih mau, tapi aku malah berfikir. Aku nggak mau datang lagi dan ketemu mereka (saat sakit), tapi ketika aku datang lagi dan ketemu mereka, mereka sudah sembuh sudah pulang. Jadi agak terharu," katanya.

Ada lagi pengalaman paling berkesan saat mendongeng di taman baca di daerah Parung. Dia datang ke taman baca sambil membawa buku untuk disumbang. Kemudian dia membacakan salah satu buku cerita tentang Timun Mas. Anak-anak di sana menyambut gembira. Mereka aktif bertanya. Akhirnya durasi mendongeng molor jauh dari 10-15 menit menjadi 1 jam.

"Aku ingat itu cerita tentang Timun Mas yang dikejar-kejar buto ijo. Sampai mereka bilang udah ka naik pesawat aja, naik ojek-ojek, jangan lari dong. Jadi ceritanya yaudah diikuti, oke kita naik ini, pas udah milih ini nanti ada lagi yang kasih ide, wah ini jatoh ka terguling-guling, jadi satu cerita itu berkembang panjang banget sampe 1 jam. Tapi itulah karena memang senang kan jadi nggak main hitung-hitungan waktunya ikutin aja anak-anaknya," ceritanya.

Ka Aio menambahkan banyak manfaat mendengar dongeng. Salah satunya, merangsang imajinasi anak. Maka sebagai pendongeng, harus memberi ruang anak untuk bertanya atau mengeluarkan ide-ide mereka. Jadi terjalin komunikasi dua arah.

"Karena mereka kan menerima banyak cerita yang mungkin sebelumnya mereka belum pernah denger jadi ceritanya itu merangsang imajinasi itu pasti. Dan ketika mereka di kasih ruang untuk boleh komen boleh nanya, boleh nyambungin ceritanya itu mengembangkan imajinasi mereka juga.

Selain itu, dalam dongeng pasti ada pesan baik yang bisa kita petik. Jadi bukan cuma sekadar cerita saja. Namun ada nilai-nilai kebaikan yang bisa kita contoh dari setiap cerita yang didengar.

"Iya, di setiap cerita juga pasti ada nilai baiknya ada pesan baiknya. Kalau ceritanya baik pasti anak akan ikut ceritanya, pesannya itu akan masuk sendiri tanpa perlu disimpulin. Karena dalam mendongeng itu nggak boleh disimpulin pesan ceritanya. dibahas di akhir ceritanya boleh," ujarnya.

Ka Aio juga mengatakan selama menjadi pendongeng tentu mendapatkan tantangan, terlebih dengan perkembangan zaman. Di mana anak-anak lebih tertarik dengan digital seperti bermain game. Menonton YouTube yang beragam isinya. Karena itu dia harus bisa menyesuaikan cerita, mengikuti apa yang lagi digemari anak.

"Harus banyak aktif tentang cerita-cerita atau karakter yang dikenal anak di era sekarang itu bisa menjadi materi juga buat cerita. Punya banyak pilihan cerita, lebih beragam jadi kita tau cerita mana yang tepat untuk anak sekarang. Tantangannya di pilihan cerita," katanya.

Tips Mendongeng untuk Anak-Anak

Ka Aio juga memberikan tips bagi orang tua yang ingin memperkenalkan dongeng untuk anak-anaknya. Dongeng itu harus dibuat semenyenangkan mungkin, meskipun dongengnya sebelum tidur tapi tetap dia harus memberikan hal pengalaman yang menyenangkan bagi anak.

Selain menghibur, mendengarkan dongeng juga ada pesan moral pendidikan karakter untuk anak. Dogeng bisa dilakukan kapan saja sebenarnya. Misalnya, kalau ada acara keluarga atau misalnya saat antre ke dokter bisa sambil mendongeng salah satu cerita.

"Sambil mudik, pas perjalanan macet nah itu juga bisa sambil bercerita," katanya.

Supaya tidak bosan saat mendongeng, paling penting adalah pemilihan cerita harus disesuaikan sama usia anaknya sama ketertarikan anaknya diusia itu. Misalnya di usia TK atau Paud biasa seneng cerita-cerita binatang. Ceritanya jangan terlalu-lalu panjang-panjang paling cuma 5 menitan abis itu sambung dengan lagu-lagunya nyanyi bareng.

"Terus yang kedua bisa mempergunakan alat bantu, kreatif banget kan, misalnya di rumah ada kertas origami bisa dibentuk-bentuk apa atau perkakas rumah tangga alat-alat rumah tangga itu sebenarnya bisa dijadikan alat bantu bercerita, itu kreativitas aja bebas," ujarnya.

Idealnya mendongeng itu 10-15 menit, jangan terlalu lama. Setiap satu cerita harus dibarengi dengan komunikasi atau membahas ceritanya dari sisi anak.

"Sebenarnya itu mengarahkan kepada komunikasi, membangun komunikasi sama anaknya. Sisanya harus dilakukan dengan perasaan senang, kalau itu dilakukan dengan perasaan senang nanti dia akan menularkan pengalaman dongengnya itu akan menyenangkan juga," pungkasnya.

Rekomendasi