Angka stunting pada anak-anak di Sumba Timur menjadi permasalahan serius. Berdasarkan hasil penimbangan pada bulan Agustus 2021 angka stunting sebesar 19,1 persen. Namun ketika ada penimbangan lanjutan pada Februari 2022 lalu terjadi kenaikan 1,8 persen. Totalnya kini menjadi 20,9 persen.
lstri dari Bupati Sumba Timur, Merliaty Simanjuntak mengatakan, penyelesaian masalah stunting tidak cukup 1-2 tahun.
Upaya secara berkesinambungan menjadi cara Pemkab Sumba Timur agar masalah stunting terhadap anak-anak dapat ditekan setiap tahunnya.
"Itu kesadaran penuh bagi kita, ini masalah kritis, karena masalah kritis tentu kita akan tangani cepat," kata Merliaty di Jakarta Convention Center (JCC) dalam rangka menyemarakan ICraft 2022, Kamis (14/5).
Dia menyadari, masalah stunting berkorelasi dengan angka kemiskinan ekstrem yang terjadi di Sumba Timur. Sebab dengan dua kondisi ini, kata Merliaty, setiap individu tidak mampu berpikir dengan cakap, ataupun tidak dapat mengantisipasi kondisi masa yang akan datang.
Merliaty memasang tahapan-tahapan upaya Pemkab Sumba Timur untuk menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem.
Tahapan pertama untuk jangka pendek. Pada tahap ini, yang dilakukan Pemkab Sumba Timur yaitu menggerakan Dasawisma mengasuh anak-anak dari keluarga yang dianggap tidak cukup mampu.
Mengasuh, bukan hanya soal memberikan peran keluarga dalam hidup namun juga perilaku dan norma-norma yang berlaku di kehidupan Sumba Timur. Meski berada dalam angka kemiskinan ekstrem dan tingginya angka stunting, Merliaty menyampaikan bahwa tidak ada budaya miskin bagi orang Sumba.
"Orang Sumba itu tidak ada budaya miskin, miskin itu tidak mau ngemis, hidup juga saya bukan karena ngemis, artinya harus bekerja keras," kata dia.
Tahapan kedua, untuk jangka menengah. Pada upaya ini, Pemkab menumbuhkan kesadaran warga Sumba Timur agar memanfaatkan sebaik-baiknya pekarangan mereka.
Advertisement
Setiap keluarga akan diminta memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman apotek hidup, dapur hidup untuk kebutuhan dapur, dan warung hidup. Disebut warung hidup artinya, hasil dari pekarangan tersebut dapat menjadi item untuk pemasukan tambahan bahi keluarga tersebut. Namun, utamanya, kebutuhan keluarga harus tercukupi sebelum melakukan penjualan.
Ketiga, jangka panjang. Upaya yang dilakukan Pemkab pada tahapan ini yaitu merevitalisasi dasawisma yang terintegrasi pariwisata.
"Karena Sumba Timur sekarang pembangunannya terintegrasi pariwisata
Lalu jangka panjang revitalisasi dasawisma itu terintegrasi pariwisata Kenapa karena Sumba Timur sekarang pembangunannya terintegrasi pariwisata
"Pemerintah membuat kebijakan membuat padang penggembalaan abadi sehingga Sumba tetap Sumba, karena kalau tidak maka Sumba tidak menarik lagi dengan savananya," ujarnya.
"Kalau semua ini bisa tercapai, tentu kita harapkan juga tingkat kesejahteraan masyarakat akan bagus tanpa harus mereka kehilangan karakter," imbuhnya.