Marak Tawuran, Pemkot Bogor Minta Orang Tua Awasi Anak di Luar Sekolah

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memaparkan, selain puluhan tersangka tersebut, jajaran kepolisian juga mengamankan 33 jenis senjata tajam (sajam). Ditambah, ada 1,3 kilogram narkotika jenis ganja yang dikembangkan dari wilayah Bogor Selatan.

Rasyid Ali
Oleh Rasyid Ali - Reporter
Marak Tawuran, Pemkot Bogor Minta Orang Tua Awasi Anak di Luar Sekolah
tawuran. merdeka.com/arie basuki

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengaku prihatin dengan maraknya aksi tawuran di Kota Bogor, belakangan ini. Dia pun berharap, orang tua ikut mengawasi anak-anaknya.

"Terutama kegiatan anak-anak kita di luar jam sekolah. Itu harus sangat diawasi dan diperhatikan kebiasan apa yang mereka lakukan," katanya, Kamis (24/2).

Dia mengingatkan kepada masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif. Terutama dalam hal melaporkan kejadian - kejadian yang mencurigakan kepada pihak yang berwajib.

"Termasuk di wilayah. Kalau ada yang mencurigakan atau mengarah ke kejahatan, dilaporkan ke polsek setempat. Saat ini ada beberapa tim yang mungkin bisa dikoordinasikan untuk melakukan langkah lanjutan," tambahnya.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memaparkan, selain puluhan tersangka tersebut, jajaran kepolisian juga mengamankan 33 jenis senjata tajam (sajam). Ditambah, ada 1,3 kilogram narkotika jenis ganja yang dikembangkan dari wilayah Bogor Selatan.

"Kita terus imbau masyarakat hentikan semua aksi kekerasan. Forkopimda termasuk jajaran Polresta Bogor Kota tegas melakukan penindakan dan pengungkapan. Tidak ada tempat bagi pelaku kekerasan, kita ingin Bogor menjadi tempat layak dan beradab," ungkap Susatyo.

Pengawasan kepada anak - anak tersebut, penting dilakukan. Pasalnya, tak sedikit dari para pelaku kekerasan dan tawuran merupakan remaja, bahkan ada yang dibawah umur. Ada sekitar 56 kelompok pemuda remaja yang sering melakukan tawuran di 70 titik yang sudah termonitor.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto yang juga hadir dalam konferensi pers juga mengungkapkan apresiasi terhadap jajaran kepolisian yang sudah berupaya mengamankan Kota Bogor dari tindakan kriminal.

"Tidak ada yang diuntungkan ketika kasus seperti ini terjadi. Kami imbau kepada seluruh masyarakat Kota Bogor terutama yang berkeluarga bisa memberikan edukasi terbaik. Kita ingin Kota Bogor jadi kota yang nyaman, beradab dan memiliki peradaban," tambah Atang.

Rekomendasi