Maryam, istri narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bollangi, Andi Lolo, mendatangi Mapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), mempertanyakan kasus kematian suaminya usai dijemput penyidik Direktorat Reserse Narkoba. Kedatangan Maryam di Mapolda Sulsel bersama Federasi Keadilan Rakyat.
Maryam mengatakan usai kematian suaminya, dia tidak pernah mendapatkan informasi terkait penyelidikan yang dilakukan Polda Sulsel. Karena hal tersebut, dirinya datang ke Mapolda Sulsel untuk mempertanyakan pengusutan kematian suaminya.
"Tidak ada sama sekali informasi ke kami," ujarnya saat ditemui di Mapolda Sulsel, Senin (27/12).
Maryam berharap Polda Sulsel memberikan keadilan dalam kasus kematian suaminya. Ia mengaku Polda Sulsel seharusnya terbuka terkait kematian suaminya.
"Kita maunya dihukum sesuai aturan yang ada di kepolisian, itu ji kuminta tidak ada yang lain. Baru harus terbuka tidak boleh ditutup-tutupi," keluhnya.
Sementara perwakilan keluarga Andi Lolo, Yusrifar mengaku kedatangan pihaknya di Polda Sulsel untuk menuntut keadilan atas kematian Andi Lolo usai dijemput penyidik Direktorat Reserse Narkoba dari Lapas Bollangi, Gowa. Ia menegaskan pihak keluarga sudah menerima meninggalnya Andi Lolo, hanya saja butuh keadilan.
"Meninggalnya Andi Lolo ini memunculkan persoalan, karena tidak ada penjelasan dari Polda untuk keluarga bagaimana perkembangan kasus ini," tuturnya.
Ia menambahkan Andi Lolo saat di Lapas Bollangi dalam keadaan sehat. Tetapi, Andi Lolo kemudian meninggal dunia dan ditemukan luka lebam di sejumlah tubuhnya.
"Kami ingin ketemu dengan orang yang menangani kasus ini, supaya ada titik keluar yang didapatkan oleh pihak istri korban. Kan sudah jelas apa yang dikatakan istri korban ini, sampai mulai dari kasus penjemputan sampai Polda tidak pernah mendapatkan hasil informasi," ucapnya.
Sebelumnya, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel sudah memeriksa tujuh orang saksi terkait kematian Andi Lolo. Tujuh orang diperiksa tersebut empat dari Direktorat Reserse Narkoba yang melakukan penjemputan terhadap Andi Lolo, dan tiga orang merupakan petugas Lapas Bollangi.