Karantina Gratis di Wisma Atlet Sebaiknya Hanya untuk Pelajar dan Pekerja Migran

Meski begitu, Rahmad meminta Satgas Covid-19 untuk memperluas kerjasama dengan para pengusaha penginapan. Tujuannya agar masyarakat dapat memilih sejumlah hotel yang mereka inginkan sebagai tempat karantina.

Muhammad Genantan Saputra
Karantina Gratis di Wisma Atlet Sebaiknya Hanya untuk Pelajar dan Pekerja Migran
RSDC Wisma Atlet lockdown seusai temuan kasus Omicron pertama. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menilai sangat tidak etis bila ada masyarakat yang meminta karantina gratis sepulang liburan dari luar negeri. Menurutnya, pemerintah hanya perlu membiayai karantina bagi para Pekerja Migran Indonesia yang pulang ke Tanah Air atau para pelajar.

"Yang berhak mendapatkan fasilitas gratis di wisma atlet maupun di tempat lain yang disiapkan pemerintah itu saya kira adalah pejuang kita pahlawan devisa kita PMI, para pelajar, atau yang mendapatkan tugas negara pulang mendapatkan fasilitas juga saya kira sangat wajar," ujarnya kepada wartawan, Selasa (21/12).

"Memang ketika keluar negeri untuk aktifitas yang benar kepentingan pribadi, untuk liburan atau kepentingan lain juga saya kira kurang bijak kalau harus mendapatkan fasilitas dari negara,"sambungnya.

Meski begitu, Rahmad meminta Satgas Covid-19 untuk memperluas kerjasama dengan para pengusaha penginapan. Tujuannya agar masyarakat dapat memilih sejumlah hotel yang mereka inginkan sebagai tempat karantina.

Menurutnya, hotel yang dijadikan karantina berbayar tidak perlu kelas mewah. Hotel sederhana juga bisa dijadikan karantina dan ada tenaga kesehatan yang mengawasi.

"Tidak harus bintang 5, saya kira yang sesuai kriteria, kalau ada fasilitas bintang 4 untuk mengakomodasi, melati pun saya kira nggak masalah, bintang 1 atau 2, yang penting ada sumber daya manusia kita, nakes kita yang mengawasi, dan diberikan kebebasan untuk memilih," tutupnya.

Rekomendasi