Bripda Tazkia Nabila Supriadi menjadi korban pemukulan anggota Batalyon Rider 631 Antang. Pemukulan bermula saat Tazkia dan sejumlah rekannya yang sedang berpatroli melihat ada keributan di Jl Tjilik Tiwut Km 02. Tepat di depan O2 Cafe & Sport Bar pada Sabtu (4/12) malam kemarin.
Bripda Tazkia dipukul di bagian kepala belakang dan tangan.
"Memar di tangan, kepalanya enggak kenapa-kenapa, kemarin ketemu sudah sembuh," kata Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Kismanto Eko Saputro, Selasa (7/12).
Advertisement
Setelah kejadian pemukulan itu, katanya, Bripda Tazkia tak sampai dirawat. Kondisinya juga sehat.
"Sudah sehat sih ga ada masalah, iya di tangan kiri. Di kepala tapi sudah sembuh, tidak ada gejala," katanya.
Dia juga memastikan keluarga Bripda Tazkia sudah berdamai. Tetapi proses hukum pada pelaku tetap lanjut.
"Sudah berdamai, nanti kan tetap diproses hukum," tegasnya.
Advertisement
Informasi yang beredar, peristiwa bermula saat Bripda Tazkia Nabila Supriadi dan rekan-rekannya yang tergabung dalam tim pengurai massa (raimas) melaksanakan patroli KRYD pada Sabtu (4/12) pukul 22.30 Wib. Patroli dilakukan di kawasan Jl Pameran Temanggung Tilung Palangkaraya dan sekitarnya.
Seusai patroli, dalam perjalanan tepatnya di Jalan Tjilik Riwut Km 02, tim melihat ada kerumunan. Bripda NLR yang menggunakan sepeda motor coba melerai. Tetapi mendapatkan perlawanan dari seseorang mengaku anggota Batalyon Rider 613 Antang. Brida NLR dipukul di bagian bibir dan kepala belakang. Bripda Tazkia yang juga ada di lokasi, menjadi sasaran pemukulan di bagian kepala belakang dan luka memar di tangan kiri.
Setelah itu, anggota Raider yang datang ke lokasi semakin banyak. Hal itu membuat Ipda DA sebagai pimpinan di lapangan memanggil personel raimas yang standby membantu melerai kerumunan, tetapi kembali mendapatkan perlawanan berupa pemukulan. Polisi lainnya berinisial Bripda SRS juga mendapatkan pukulan di kepala.
Ipda DA kemudian memutuskan menarik mundur anggota raimas untuk selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Provos Batalyon Rider 613 Antang. Tetapi tidak direspons dengan baik dari petugas piket. Jawaban didapat tak ada prajurit yang keluar pada malam itu. Malah saat seorang personel merekam suasana, diancam akan dihancurkan ponselnya. Karena mendapat respons tidak baik, Ipda DA memerintahkan anggotanya kembali ke mako Ditsamapta Polda Kalteng dan melaporkan kepada pimpinan.