Polresta Surakarta berhasil mengungkap penyebab meninggalnya Gilang Endi Saputra (21), mahasiswa peserta Diklatsar Menwa UNS, Minggu (24/10) lalu. Menurut Kapolresta Surakarta, Kombes Ade Safri Simanjuntak
Pihaknya telah menerima hasil autopsi jenazah almarhum Gilang dari Rumah Sakit Bhayangkara Semarang Biddokes Polda Jawa Tengah, pada Jumat pukul 11.00 WIB tadi.
“Dari hasil autopsi tersebut, disimpulkan bahwa penyebab kematian adalah karena luka, akibat kekerasan tumpul, yang mengakibatkan mati lemas,” ujar Ade.
Berangkat dari hasil autopsi yang sudah diterima tersebut, lanjut Ade, penyidik Satreskrim akan kembali melakukan serangkaian kegiatan penyidikan. Diantaranya dengan meminta keterangan ahli yang telah dilibatkan dalam autopsi dari tim kedokteran forensik.
Terkait detail luka pada tubuh korban, mantan Kapolres Karanganyar mengaku belum bisa menyampaikannya. Karena saat ini masih dalam proses penyidikan kepolisian.
"Itu konsumsi penyidikan yang masih berjalan. Namun kesimpulan dari tim forensik, menyimpulkan bahwa, penyebab kematian adalah luka akibat kekerasan tumpul yang mengakibatkan mati lemas. Nanti akan kami sampaikan kembali, sementara ini kita sampaikan hasil autopsi yang kami terima," tandasnya.
Kapolresta menyampaikan, masih ada rangkaian kegiatan penyidikan untuk mengungkap kasus tersebut. Diantaranya pihaknya juga akan memeriksa dokter jaga RSUD dr Moewardi yang menerima jenazah korban pada hari Minggu (25/10) pukul 22.02 WIB.
“Rangkaian tersebut termasuk agenda pemeriksaan ahli yang akan dimintai keterangan terkait hasil autopsi,” pungkas dia.
Gilang Endi Saputra meninggal saat mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Pra Gladi Patria XXXVI Menwa UNS di bawah Jembatan Jurug pada Minggu (24/10). Almarhum merupakan mahasiswa semester 3 Program Studi (Prodi) Keselamatan dan Keselamatan Kerja (K3) Sekolah Vokasi (SV) UNS.