Puluhan pencari suaka asal Timur Tengah yang berada di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menggelar demonstrasi, Kamis (21/10). Sebelumnya mereka beberapa kali berunjuk rasa di depan Kantor International Organization of Migration (IOM), namun kali ini mereka memilih Kantor Kemenkum HAM NTT sebagai lokasi aksi.
Jawad Kasiming, salah satu imigran asal Afganistan menjelaskan, dia sudah tidak bisa pulang ke negara asalnya. Apalagi saat ini Afganistan telah dikuasai Taliban, yang bisa mengancam nyawanya.
"Saya tidak tahu nasib keluarga di Afganistan. Saya tidak bisa pulang ke negara asal saya yakni Afganistan, apalagi sudah dikuasai Taliban," ucapnya.
Menurut Jawad Kasiming, dia dan teman-temannya dari Afganistan dan Pakistan mendatangi kantor Kemenkum HAM NTT, untuk meminta tolong agar mereka bisa difasilitasi ke negara ketiga.
"Semua imigran di sini sudah dari tahun 2012, sudah sembilan bahkan sepuluh tahun kita ada di sini. Keluarga kita sudah di Afganistan tapi mereka dalam bahaya, kita tidak tahu apakah keluarga kita masih hidup atau tidak," jelasnya.
Jawad Kasiming menilai, IOM sepertinya sudah melepas tanggung jawab terhadap mereka. Sehingga terpaksa harus ke Kemenkumham NTT, untuk meminta pertolongan difasilitasi ke negera tujuan.
"Kami datang meminta tolong ke Kemenkum HAM NTT agar berbicara dengan IOM maupun UNHCR, untuk mengirim kami negara ketiga. Kasian anak-anak kami rindu untuk belajar di sekolah," ucap Jawad Kasiming.
Kakanwil Kemenkum HAM NTT, Marciana Dominika Jone menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar anak-anak bisa didata dan mendapatkan hak dasar yakni pendidikan.
"Jajaran akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, karena hal ini juga pada pertemuan sebelumnya dengan IOM dan UNHCR, telah saya sampaikan juga hasil temuan saya dilapangan. Saya minta data anak-anak untuk nantinya kita lakukan koordinasi, untuk hak dasar untuk pendidikan akan kita lakukan melalui Keimigrasian," ungkapnya.