Aturan ganjil genap kendaraan yang melintas di sejumlah ruas di Bandung dianggap tidak efektif. Wali Kota Oded M Danial lebih memilih penutupan jalan untuk menekan mobilitas masyarakat.
Sistem kendaraan ganjil genap diuji coba di Jalan Ir H Djuanda dan Jalan Asia Afrika, Bandung, Sabtu (14/8) lalu. Aturan itu dimulai pukul 08.00 WIB sampai 10.00 WIB serta pukul 16.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.
Berdasarkan hasil evaluasi, Oded belum bisa memastikan kebijakan ini akan diperpanjang atau tidak. Hanya, ia banyak menerima keluhan dari masyarakat yang hanya memiliki satu kendaraan.
Dibandingkan sistem ganjil genap, ia lebih memilih pemberlakuan penutupan jalan untuk menekan mobilitas. Penilaian itu pun disepakati oleh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda).
"Saya melihat (sistem ganjil genap) condong tidak efektif. Ganjil genap itu kan repot juga, masyarakat tambah repot. Kalau yang punya kendaraan satu bagaimana, kendaraan satu lalu kena ganjil-genap ya tidak bisa berangkat ya," kata Oded di Balai Kota Bandung, Rabu (18/8).
"Lebih efektif penutupan jalan," ia melanjutkan.
Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna menyatakan Pemerintah Kota Bandung masih berupaya mengendalikan mobilitas masyarakat.
"Jajaran Kepolisian bersinergi dengan pemerintah kota mengambil kebijakan untuk dilakukan uji coba ganjil genap di ruas jalan yang selama ini intensitas kendaraan cukup tinggi," ucap dia.