Kesal Perawat Pakai Hazmat, Keluarga Pasien Covid-19 Nekat Menganiaya

Karena Kecamatan Pameungpeuk masuk zona merah, maka perawatan di Puskesmas pameungpeuk harus menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa hazmat.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Kesal Perawat Pakai Hazmat, Keluarga Pasien Covid-19 Nekat Menganiaya
Curhat tenaga medis di baju Hazmat. ©2020 Merdeka.com

Seorang tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Garut diduga menjadi korban pemukulan keluarga pasien Covid-19. Diduga, aksi penganiayaan tersebut dilakukan karena tidak terima perawat menggunakan hazmat saat melakukan penanganan kepada orang tuanya.

Komandan Kodim 0611 Garut yang juga merupakan Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, Letkol CZi Deni Iskandar mengatakan bahwa aksi pemukulan terhadap nakes terjadi pada Rabu (23/6) malam sekitar pukul 20.07.

"Lokasi penganiayaannya di UGD (unit gawat darurat) Puskesmas Pameungpeuk. Jadi ada aksi tindak kekerasan terhadap tenaga kesehatan atas nama Guruh Gustriadi. Untuk terduga pelaku, diketahui berinisial R warga Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk," kata Dandim, Kamis (24/6).

Dandim menjelaskan bahwa aksi pemukulan itu bermula saat nakes melaksanakan perawatan terhadap pasien yang diketahui merupakan orangtua pelaku. Karena Kecamatan Pameungpeuk masuk zona merah, maka perawatan di Puskesmas pameungpeuk harus menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa hazmat.

"Karena perawat di UGD ini orang yang pertama merawat pasien, jadi pasti pake hazmat. Diduga, pelaku ini kesal karena perawat ini menggunakan hazmat. Perawat ini sudah dianggap teman oleh pelaku, dan pelaku merasa tidak diperhatikan sehingga kesal sehingga memukulnya," jelasnya.

Walau sudah mendapat aksi kekerasan dari anak pasien, Dandim memastikan bahwa perawat tersebut tetap melakukan tugasnya sampai selesai. Saat ini, kasus pemukulan tersebut ditangani oleh pihaknya bersama kepolisian.

Aksi pemukulan R terhadap Guruh itu, rupanya terekam CCTV. Dalam video yang beredar berdurasi 24 detik yang diterima merdeka.com, awalnya perawat yang menggunakan hazmat tampak masuk ke dalam ruang perawatan sambil menemani seorang pasien ke tempat tidur. Tidak lama setelahnya, tampak beberapa orang lainnya ikut masuk ke dalam ruangan tersebut dan mendekati tempat tidur pasien.

Dalam video, tampak terlihat percekcokan antara warga dengan petugas kesehatan ber-hazmat. Tidak lama setelahnya, warga tersebut kemudian tampak memukul petugas kesehatan sebanyak dua kali. Warga lainnya yang ada di lokasi tersebut pun kemudian berusaha melerai dan membawanya keluar.

Rekomendasi