Ketua DPR Sebut Pandemi & Revolusi Industri 4.0 Jadi Tantangan Besar Generasi Muda

Puan menyebut kisah hidup Kartini dan perjuangannya yang tak mudah harus menjadi inspirasi, memperkuat nation and character building yang akan menjadi kekuatan utama melawan kekuatan robotisasi di masa kini.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ketua DPR Sebut Pandemi & Revolusi Industri 4.0 Jadi Tantangan Besar Generasi Muda
Ketua DPR ikut Upacara Hari Lahir Pancasila secara virtual. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Ketua DPR Puan Maharani mengungkapkan dua tantangan besar bagi generasi muda sekarang. Pertama pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Kedua tantangan teknologi dengan adanya Revolusi Industri 4.0. Pesan tersebut disampaikan dalam Talk Show memperingati Hari Kartini dengan tema: "Perspektif Generasi Milenial Tentang Kartini".

"Pandemi Covid-19 yang telah memberikan beban berat dalam berbagai aspek kehidupan. Kedua, tantangan teknologi dengan adanya Revolusi Industri 4.0 yang menghadirkan tantangan bagi manusia dalam bentuk robotik, kecerdasan buatan, dan lain-lain," kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/4).

"Untuk yang kedua ini, bahkan kecerdasan baru itu dapat menggantikan peran manusia dalam menangani pekerjaan," sambung dia.

Dia menyebut kisah hidup Kartini dan perjuangannya yang tak mudah harus menjadi inspirasi, memperkuat nation and character building yang akan menjadi kekuatan utama melawan kekuatan robotisasi di masa kini.

"Karena itu, mari kita melanjutkan perjuangan Kartini dan para pahlawan-pahlawan nasional kita dengan terus memperkuat Nation and Character Building," kata Puan.

Putri Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri itu lalu menjelaskan ada 3 hal yang perlu diperhatikan saat melakukan nation and character building.

Pertama adalah kita perlu membangun kualitas hidup manusia. Kedua, perlu membangun kapabilitas manusia. Dan ketiga, perlu membangun karakter manusia Indonesia.

"Dengan identitas diri yang kuat sebagai hasil dari nation and character building, maka Insya Allah tantangan zaman yang akan terus berganti dapat kita atasi sebagai sebuah bangsa," pungkas Puan.

Puan mencontohkan para mahasiswa-mahasiswi yang baru lulus. Di saat-saat akhir ujian mereka di kampus selama setahun terakhir, banyak dilakukan secara online yang memiliki tantangannya sendiri.

Lalu, setelah melewati wisuda yang kemungkinan besar juga dilakukan secara virtual, maka wisudawan-wisudawati harus mencari kerja secara online. Karena dibatasi secara fisik untuk berkeliling mengikuti wawancara kerja.

"Itupun banyak jenis pekerjaan yang sudah berubah karena tuntutan kemajuan teknologi. Manusia tidak hanya bersaing dengan manusia, tetapi juga bersaing dengan mesin dan robot," kata Puan.

Namun, menurut Puan, Kartini sangat visioner dengan perjuangannya memajukan pendidikan perempuan. Karena yang akan membedakan serta tetap membuat manusia unggul adalah kualitas kecerdasannya yang tak bisa dimiliki robot. Yakni kemampuan untuk memiliki nation and character building.

"Di sinilah terlihat bahwa nation and character building besar perannya untuk menghadirkan manusia-manusia tangguh, kreatif, inovatif, dan adaptif, yang tetap kuat jiwa ke-Indonesia-annya. Saya percaya bahwa Generasi Milenial dan Generasi Z Indonesia adalah generasi hebat," tutup Puan.

Rekomendasi