TNI Angkatan Laut menerjunkan sekitar 160 penyelam yang tergabung dalam berbagai kesatuan, dalam operasi pencarian dan evakuasi Pesawat Seiwijaya Air SJ 182 yang jatuh di sekitar perairan Pulau Laki dan Lancang, Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/11) lalu.
"Total ada 160 Penyelam dari Marinir, Kopaska AL, Denjaka," sebut Laksamana Yayan Sofyan selaku Komandan Satuan Tugas Laut (Dansatgasla) Operasi Sriwijaya Air saat ditemui wartawan, di KRI Semarang, (11/1).
Dia menjelaskan secara teknis dalam melakukan proses penyelaman, para personel telah diatur untuk secara bergantian saat proses menyelam dengan jeda waktu sekitar 30 menit. Hal itu bertujuan menjaga stamina penyelam.
"Ada yang standby. Dia (personel) menyelam katakanlah 30 menit. Terus kemudian bergantian lagi, dua orang dua orang menyebar, bergantian lagi menyelam. Sehingga stamina mereka tetap bagus," jelasnya.
Sementara untuk malam ini para personel penyelam telah ditempatkan di sejumlah posko untuk beristirahat dan melanjutkan pencarian di esok harinya.
"Malam ini istirahat yang bekerja KRI Rigel untuk pencarian data. Semua Penyelam tidak hanya di sini, ada di darat, ada di Posko," sebutnya.