Muhammad Indra Pratama (19) meregang nyawa usai dikeroyok lima orang saat tengah menonton tari india. Motifnya karena para pelaku tak terima dibilang boy band.
Peristiwa itu bermula saat korban berpapasan dengan para pelaku yang sedang nongkrong tak jauh dari rumahnya di Jalan PSI Kenayan, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang, Minggu (1/11) malam.
M Indra Pratama, pemuda warga Jalan PSI Kenayan, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Palembang tewas ditusuk saat sedang menonton tari India, Selasa (3/11) malam.
Korban menyebut kawanan itu dengan kata-kata boy band. Ledekan itu membuat para pelaku dendam. Mereka mencari waktu dan tempat yang tepat untuk mencelakai korban.
Tiba saatnya mereka bertemu dengan korban saat menonton tari india di sebuah hajatan tak jauh dari rumah korban, Selasa (3/11) malam. Korban dan para tersangka berkelahi sehingga terjadi penusukan yang mengenai dada korban.
Para pelaku langsung kabur. Korban dilarikan warga ke rumah sakit. Pagi tadi, korban menghembuskan napas terakhir karena dua tusukan di dadanya.
Dari penyelidikan, polisi meringkus salah satu pelaku, yakni Iyan (18) di rumahnya tanpa perlawanan. Dia berperan memukul korban saat pengeroyokan terjadi.
Kapolsek Gandus Palembang AKP Polin mengatakan, motif pengeroyokan dilatarbelakangi dendam karena para pelaku tak terima diledek boy band. Pihaknya masih memburu empat pelaku lagi yang sudah diketahui identitasnya termasuk otak pelaku.
"Satu dari lima pelaku sudah kami amankan, perannya memukul dan mengaku temannya yang menusuk korban pakai pisau dapur," ungkap Polin, Rabu (4/11).
Atas perbuatannya, tersangka Iyan dikenakan Pasal 170 ayat (3) tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban tewas dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Ancaman pidananya kurungan penjara 15 tahun.