Warga Gerebek Indekos Milik Kapolsek di Jember, Seorang Pria Ketahuan Bawa Perempuan

Warga di Perumahan Jawa Asri, Kecamatan Sumbersari, Jember, dihebohkan dengan penggerebekan di salah satu indekos pria. Saat digerebek, terdapat seorang perempuan mengenakan daster merah bersama seorang rekan prianya.

Muhammad Permana
Oleh Muhammad Permana - Reporter
Warga Gerebek Indekos Milik Kapolsek di Jember, Seorang Pria Ketahuan Bawa Perempuan
Penggerebekan indekos di Jember. ©2020 Merdeka.com

Warga di Perumahan Jawa Asri, Kecamatan Sumbersari, Jember, dihebohkan dengan penggerebekan di salah satu indekos pria. Saat digerebek, terdapat seorang perempuan mengenakan daster merah bersama seorang rekan prianya. Penggerebekan tengah malam pada Minggu (1/11), dilakukan beramai-ramai oleh warga. Video itu penggerebekan tersebut sempat viral.

Kawasan tersebut memang menjadi salah satu pusat indekos di Jember, karena berdekatan dengan banyak kampus ternama. Yang menjadi sorotan, indekos tersebut milik Kapolsek Bangsalsari, AKP Putu Adi Kusuma. Saat dikonfirmasi, AKP Putu membenarkan kabar tersebut. Ia menyebut, total ada dua penghuni kamar kos di rumah miliknya itu yang kedapatan membawa cewek pada malam hari.

"Kemarin sudah disidangkan dan sudah dikeluarkan. Ada dua orang yang dikeluarkan. Yang menyidangkan warga bersama saya juga ikut. Semacam disidang secara sosial," ujar Putu saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (3/11).

Putu mengakui, indekos tersebut tidak mendapat pengawasan dari dirinya. "Ya setelah ini, saya akan tempatkan orang yang dituakan atau semacam satpam," tutur Putu.

Total terdapat delapan kamar yang disewakan di rumah tersebut dengan tarif Rp 550 ribu per bulan tanpa AC. Putu mengaku sudah 12 tahun menjalankan usaha indekos, namun baru kali ini mengalami masalah seperti itu. Saat kejadian, Putu juga tidak berada di lokasi karena memang tidak berdomisili di rumah kost tersebut.

"Saya sesalkan kejadian ini. Di situ kan sudah ada peraturan tertulis, dilarang memasukkan cewek, tapi kok memasukkan cewek. Ya kalau digerebek warga, risiko ditanggung sendiri. Penghuni kos jangan mengadu domba saya dengan warga," sesal Putu.

Karena itu, Putu mengaku mendukung sikap warga, karena indekosnya bukan bebas seperti yang disampaikan oleh dua penghuninya yang digerebek warga karena kedapatan memasukkan cewek hingga larut malam.

"Yang digerebek itu salah satunya mahasiswa yang baru lulus dan sudah bekerja," papar Putu.

Sementara itu, salah satu warga, Haris yang dikonfirmasi terpisah menyebut, penggerebekan di indekos tersebut sudah terjadi dua kali. Warga mengaku risih dengan penghuni indekos yang sering mengajak menginap teman perempuannya.

"Warga kan risih, seperti kumpul kebo gitu. Makanya sepakat untuk melakukan penggerebekan," ujar Haris.

Rekomendasi