Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendatangi Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara untuk meninjau kawasan lahan pengembangan lumbung pangan (food estate). Jokowi didampingi Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri KLHK, Siti Nurbaya.
Setibanya di lokasi, Jokowi mengelilingi area food estate. Dia sempat memperlihatkan hasil tanaman yang seperti kentang, bawah merah dan bawang putih.
"Kita lihat ini adalah tempat yaitu tanaman kentang yang kedua bawang merah dan bawang putih. Insya Allah nanti ini kita lihat kira-kira dua bulan sampai dua bulan atau dua bulan setengah akan kita lihat nanti," kata Jokowi di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara, Selasa (27/10).
Dia menginginkan lumbung pangan semacam ini juga ada di daerah lain. Sehingga bisa mengembangkan food estate berbasis hortikultura.
"Saya rasa kita ingin melihat model business dan proses business yang akan dilakukan di sini seperti apa. Hitung-hitungannya sudah ada dan ini akan jadi contoh untuk provinsi-provinsi lain yang ingin membuat food estate," ungkap Jokowi.
Sebelumnya diketahui Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menjelaskan pengembangan kawasan Food Estate Hortikultura menjadi salah satu program super prioritas Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun ini. Komoditas utama yang dikembangkan meliputi kentang sebagai bahan baku industri, bawang merah dan bawang putih.
"Humbang dan beberapa daerah disekitarnya menjadi bagian dari program khusus pertanian super prioritas yang berkait dengan food estate dan di Kabupaten Humbahas ini akan ada 3 komoditi yang akan kita coba," kata Syahrul saat kunjungan ke Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara, Sabtu (12/10)
Syahrul juga mendorong pembangunan korporasi pertanian di lokasi pengembangan food estate mulai dari hulu hingga hilir. Proyek ini akan menggarap sekitar 30.000 hektar lahan untuk dikelola hingga 3 tahun kedepan. Namun untuk tahun ini pengerjaan dimulai dari klaster terpadu seluas 1.000 hektar sebagai percontohan nasional.
"Kita akan kembangkan lahan food estate dilokasi seluas 30 ribu hektar. Tapi untuk uji coba di 2020 ini ada kurang lebih 1000 hektar untuk kita coba. Tentunya keterlibatan petani setempat harus ada," terang Syahrul.