Kelelahan Saat Berenang, Anggota Polair Polres Belu Tewas

Korban bersama Gaudensius dan Charles ke dermaga yang berjarak 100 meter dari warung.

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Kelelahan Saat Berenang, Anggota Polair Polres Belu Tewas
Kapolri pimpin HUT Korps Polairud. ©2017 Merdeka.com/Arie Basuki

Brigpol Andronikus A. Kristian Taneo (38), anggota Polair yang menjabat sebagai Kasubnit Patwal Air Sat Polair Polres Belu, meninggal dunia saat berenang di Dermaga Atapupu, Dusun Fatuluka, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Korban meninggal pada Kamis (3/9) akibat kelelahan saat berenang.

Direktur Polairud Polda Nusa Tenggara Timur, Kombes Andreas Susi Darto, menjelaskan, awalnya korban bersama Gaudensius Imanuel Nesi (40) dan Charles Tua duduk di warung milik Tima Londa sambil makan kelapa muda. Korban mengajak dua rekannya untuk mandi di laut.

Korban bersama Gaudensius dan Charles ke dermaga yang berjarak 100 meter dari warung. "Di pinggir dermaga, korban melepaskan pakaian dan melompat turun ke laut, kemudian korban berenang dengan tujuan hendak menyeberang dari dermaga menuju ujung tanjung (daratan) dengan jarak antara bibir dermaga sampai dengan seberang Tanjung, kurang lebih 100 meter dengan kedalaman 6 meter," urai Direktur Polair Polda Nusa Tenggara Timur, Sabtu (5/9).

Namun, sampai di pertengahan dengan jarak kurang lebih 20 meter, korban tidak mampu melanjutkan kegiatannya.

"Diperkirakan korban kelelahan dan kehabisan tenaga sehingga korban tenggelam," tandasnya.

Melihat korban tenggelam, Gaudensius dan Charles melompat ke laut dan berenang hendak menolong. Namun karena Gaudensius tidak kuat lagi sehingga ia berenang kembali dan Charles terus berenang dan menarik korban berenang menuju ke arah Tanjung Raikatar.

Gaudensius pun menggunakan sepeda motor ke Tanjung Raikatar serta berusaha membantu korban dengan cara memompa bagian dada korban.

"Gaudensius dan Charles kemudian membawa korban ke Puskesmas Raikatar menggunakan mobil pickup yang kebetulan melintas di lokasi. Di Puskesmas Raikatar, korban sempat mendapat pertolongan medis namun kemudian dinyatakan meninggal dunia, sehingga dirujuk ke RSUD Atambua Kabupaten Belu," jelas Kombes Pol Andreas Heri Susi Darto.

Korban pun divisum dan hasil visum luar oleh dokter pemeriksa RSUD Atambua, dr Bryan menyatakan bahwa korban meninggal wajar dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Diduga korban meninggal karena lemas akibat tenggelam," tambahnya.

Rekomendasi