Soal Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Polisi Sebut Korban Tercebur ke Parit

Setelah dilaporkan hilang 16 hari, balita berinisial AYG ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan di parit. polisi menduga korban tercebur di parit.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Soal Balita Tanpa Kepala di Samarinda, Polisi Sebut Korban Tercebur ke Parit
Pencarian organ tubuh balita Yusuf di Samarinda. ©2019 Merdeka.com/Saud Rosadi

Setelah dilaporkan hilang 16 hari, balita berinisial AYG ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan di parit. polisi menduga korban tercebur di parit.

"Sambil menunggu kelengkapan berita acara yang lain dan forensik, tetap kami menduga Yusuf tercebur. Itu baru dugaan sementara," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman kepada merdeka.com, Kamis (12/12).

Arif menerangkan jenazah korban tidak diautopsi. Tim Reskrim belum menemukan indikasi kekerasan di tubuh korban.

"Dari awal kami terus koordinasi dengan dokter forensik. Kita juga tunggu hasil DNA. Kita akan ungkap ini dalam waktu dekat secepatnya. Iya, supaya tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," tambahnya.

Polisi sempat menemui dan meminta keterangan dari orang tua korban, Bambang Sulistyo (37) dan Meli Sari (30) di Jalan Gunung Lingai RT 03 Samarinda.

Terungkap, korban takut berjalan di jalan basah dan berpasir. Informasi itu sebagai pembanding, soal kemungkinan balita 4 tahun itu berjalan sendiri keluar PAUD, hingga tercebur di parit yang jaraknya cukup jauh.

"Apakah ada informasi tambahan, masih dalam pendalaman. Tentu, akan kita tindaklanjuti segera informasi disampaikan keluarga," terang Arif usai menemui orang tua korban.

Rekomendasi