Wakil Ketua DPR Fadli Zon menduga ada maksud lain dari pemindahan Ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Dia khawatir rencana pemindahan ibu kota itu menjadi dalih karena Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak bisa mengatasi masalah di Indonesia.
"Saya khawatir rencana pemindahan ibu kota hanya dalih khawatir ketidakmampuan mengatasi persoalan yang ada. Saya termasuk yang merasakan kalau dilakukan di 2023-2024 akan bernasib sama seperti Esemka," kata Fadli dalam diskusi 'Menyoal Rencana Pemindahan Ibu kota Negara' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/9).
Fadli menilai pemerintah tidak bisa memilih mana masalah yang harus diselesaikan lebih dulu. Pasalnya, saat ini banyak sekali masalah di Indonesia yang belum selesai terutama kisruh di Papua.
"Sekarang kita lihat utang luar negeri besar, persoalan pangan dan energi. Jadi masih ada persoalan dasar. Lalu tiba-tiba memindahkan ibu kota dengan biaya besar. Ini juga belum ada di APBN lantas siapa yang membiayai pemindahan ibu kota ini? Tentu menimbulkan kekhawatiran," ungkapnya.
Selain itu, menurutnya, juga masih banyak yang harus disiapkan untuk pemindahan ibu kota, di antaranya masalah keuangan dan regulasi.
"Pemindahan ibu kota ini perlu proses panjang. Lalu payung hukumnya gimana? Ini cukup kompleks. Karena ada setidaknya lima Undang-Undang yang harus direvisi," ucapnya.