Jelang satu tahun masa kepemimpinan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil diminta untuk fokus mengurusi persoalan Jabar dan memenuhi janji kampanye. Hal tersebut diungkapkan anggota DPRD Jawa Barat terpilih dari PKB, Hasim Adnan.
"Artinya kurang lebih sepekan ke depan, Kang Emil akan genap setahun memimpin Jawa Barat. Nah saya menilai dalam setahun ini, masih banyak janji kampanye yang belum terlihat wujud nyatanya," kata Hasim dalam diskusi terbatas yang digelar DPW PKB Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (27/8).
Sebagaimana diketahui, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar tanggal 5 September 2018.
Menurut Hasim, karena ketika ditelusuri lebih jauh, masyarakat Jawa Barat sebagian besar belum merasakan perubahan nyata dari gagasan-gagasan yang dimunculkan Ridwan Kamil. Hal ini sangat kentara, manakala banyak konstituen yang menyampaikan peringatan kepada Hasim terkait janji-janji yang pernah dilontarkan Ridwan Kamil saat kampanye.
Hasim mencontohkan tidak sedikit para kiai pimpinan pondok pesantren yang menghubunginya, terkait kelanjutan program yang akan membantu pengembangan pesantren-pesantren di Jabar melalui CSR BUMD milik Pemprov Jabar.
"Setidaknya sudah ada tujuh pimpinan pondok pesantren yang menghubungi saya, mempertanyakan kelanjutan program CSR. Padahal, Kang Emil waktu itu berjanji akan merealisasikannya sebelum pelaksanaan Pilpres dan Pileg serentak," ungkap Hasim.
Selain perkara CSR yang disoal, Hasim juga merespons pernyataan Ridwan Kamil yang ikut-ikutan mengkritik Ibu Kota Baru yang menurutnya boros lahan. Baginya, Ridwan Kamil berhak mengkritik apa saja, termasuk soal Ibu Kota Baru, tetapi Hasim mengingatkan agar gubernur fokus membenahi segala urusan di Jawa Barat yang menjadi tanggung jawabnya.
"Jauh lebih bijak dan elegan, bila Kang Emil fokus urus Jawa Barat. Kalau memang gubernur saat ini punya keinginan untuk tampil menjadi salah satu kandidat pada Pilpres 2024 yang akan datang, ya urus Jawa Barat sampai benar-benar juara lahir batin," Hasim menambahkan.
Hasim juga menyoroti beberapa program yang sudah di-launching Ridwan Kamil, namun progresnya dinilai lamban. Seperti program kredit Mesra (Masjid Ekonomi Sejahtera) yang dirilis pada akhir November 2018. Hingga saat ini, publik tidak mendapat akses informasi terkait berapa jumlah masyarakat yang sudah memanfaatkan program tersebut.
"Padahal program ini sangat bagus, di tengah maraknya fintech yang menawarkan pinjaman online, yang belakangan mulai banyak sorotan negatif dari publik, karena dampak negatifnya jauh lebih mencekik daripada Bank Emok (rentenir)," demikian Hasim.
Pada akhir sesi diskusi, Hasim meminta Ridwan Kamil untuk menjadi Gubernur Jabar yang sesungguhnya. "Saya meminta dengan hormat kepada Kang Emil untuk menjadi gubernur yang sesungguhnya ada di dunia nyata, bukan sekadar gubernur yang hanya ada di dunia maya," pungkas Hasim.