Mahasiswa Papua di Makassar meminta Presiden Jokowi datang ke Tanah Papua. Hal ini demi menyikapi gejolak yang terjadi di Manokwari dan sejumlah tempat di Papua karena isu primordial. Tak cuma Jokowi, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga diminta datang ke Papua.
Diketahui, isu rasisme pertama kali terjadi di Surabaya dan Malang, Jawa Timur. Hal ini yang memicu demo di sejumlah tempat di bumi Cendrawasih itu.
"Kami harapkan jika ada waktu dan kesempatan, kami minta juga kepada ibu Gubernur Jawa Timur untuk segera ke Papua bersama bapak Presiden Insinyur Haji Joko Widodo," kata Rano Karno Patiran, ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Fakfak, Makassar mewakili mahasiswa Papua bicara di acara tersebut dialog kebangsaan bertema 'Memperkuat Soliditas Harmoni Kebangsaan di Makassar', di Hotel Claro, Kamis, (22/8).
"Ucapan kata maaf dari bapak Insinyur Haji Joko Widodo dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa terkait persoalan ini melalui medsos tidaklah cukup. Siapapun bisa minta maaf lewat medsos. Jika melalui sosial media, saya rasa kejadian seperti ini akan terulang lagi," tambah dia.
Kata Rano, bukan pada situasi 17 Agustus saja selalu terjadi dinamika di tanah Papua maupun di luar Papua. Sehingga dia berharap, ada solusi konkret untuk mencegah gejolak yang selalu hadir di Papua.
Persoalan di tanah Papua, bagi mahasiswa Papua ini, terjadi setiap tahun karena Pancasila itu telah hilang di Republik Indonesia ini. Oleh karena itu, timbul kekerasan di beberapa kabupaten di Papua yang berakhir kemarin di Kabupaten Fakfak, sarana dan prasarana telah hancur.
"Harapan kami, mahasiswa Papua se-Indonesia mengharap dan mengimbau kepada pemerintah pusat yaitu Bapak Joko Widodo agar segera datangi tanah Papua untuk menyelesaikan konflik di sana," pungkasnya.