Politikus PDIP Tjahjo Kumolo membantah tudingan adanya kecurangan yang dilakukan kubu Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Dia meyakini pernyataan kecurangan adalah bagian demokrasi tidak ada dalam pelatihan saksi di Hotel El Royal Jakarta.
Salah satu saksi dari pihak BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Chairul Anas menyebut, ada dugaan kecurangan dilakukan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Saya kira enggak sampai ke situ. Enggak ada. Saya kira itu perlu diklarifikasi enggak ada," kata Tjahjo di Komplek DPR, Jakarta Pusat, Kamis (20/6).
"Kita semua clean n clear kok tanpa memandang semua kok meskipun ada tim pemantau dalam dan luar negeri kita juga bukan anggota juga bisa ikut melihat saksi tps itu," lanjut Tjahjo.
Sebelumnya, Menurut pengalaman Chairul sebagai caleg PBB yang sempat ikut kelas materi pemenangan pasangan calon Jokowi-Ma'ruf, pada akhir Februari 2019 selama dua hari di Hotel El Royal Jakarta dalam acara, dia kerap dipaparkan materi slide tentang hal-hal tendensius yang berbau kecurangan demokrasi.
"Di tayangan Pak Moeldoko (memberi presentasi), saya yang menerima sebagai caleg ini cukup mengagetkan bahwa disampaikan kecurangan suatu kewajaran, kita dilatih untuk curang, karena (kata Moeldoko) kecurangan bagian dari demokrasi. Kami persepsi bahwa ini (curang) diizinkan," kata Chairul kepada hakim di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis dini hari (20/6).
Selain Moeldoko, saksi Chairul juga mengutip materi disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Menurut dia, Ganjar menyampaikan materi dengan mengatakan untuk menang aparat sebaiknya tidak netral.
"Kalau aparat netral, buat apa? Disampaikan dengan suara kencang berkali-kali," kata saksi Chairul menirukan perkataan Ganjar.