Mantan atlet lari lapor polisi ngaku dipukuli saat berjualan di GBK

Lukman menjelaskan peristiwa bermula saat ada penertiban di lokasi yang dilakukan oleh sekuriti GBK. Penertiban dilakukan karena ada tanda dilarang berjualan di lokasi tersebut.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Mantan atlet lari lapor polisi ngaku dipukuli saat berjualan di GBK
Ilustrasi Penganiayaan. ©2015 Merdeka.com

Seorang mantan atlet lari, Martha Kase menjadi korban pemukulan di kawasan Gelora Bung karno (GBK), Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut terjadi saat dirinya berjualan minuman di lokasi.

Kapolsek Tanah Abang AKBP Lukman Cahyono mengatakan yang bersangkuta lantas melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Iya, kita dalami," kata Lukman saat dikonfirmasi, Jumat (2/11).

Lukman menjelaskan peristiwa bermula saat ada penertiban di lokasi yang dilakukan oleh sekuriti GBK. Penertiban dilakukan karena ada tanda dilarang berjualan di lokasi tersebut.

"Awalnya kan ada penertiban sekuriti itu menertibkan orang-orang yang jualan itu kan ada tanda dilarang jualan di situ, di Jalan Asia Afrika. dan pada saar itu paginya ada lomba marathon," beber Lukman.

Namun, lanjut Lukman, kronologi versi sekuriti, pedagang di lokasi tidak mau pindah saat dihalau.

"Info dari sekuriti, mereka ini diusir, nggak mau. Malah ngajak ribut gitu lho," katanya.

"Terus ya sebetulnya saat ini mereka saling lapor, yang sekuriti bilang dipukul, dari pihaknya ibu itu ngaku dipukul. Jadi sama-sama ini. Kita masih dalami dulu," lanjut Lukman.

Ia menegaskan peristiwa penganiayaan yang dialami keduanya sama-sama terjadi. "sama-sama mengaku merasa dipukul, karena percekcokan itu nggak tahu siapa yang mukul duluan, saling mukul. Mungkin penganiayaan ringan. Secara kasat mata nggak kelihatan bekas."

Lokasi berdagang minuman ringan, tambah Lukman, di Jalan Asia Afrika tepatnya pintu masuk dari panahan.

"Memang sudah lama (berdagang) tapi kan mungkin selama ini dikasih toleransi dan pada saat itu ada event," ungkapnya.

Rekomendasi