Mengenang kepergian Idha korban Lion Air, dosen biologi dan pencinta anggrek

Idha Susanti (44), warga Bogor menjadi korban kecelakaan Lion Air JT 610. Idha merupakan dosen biologi Universitas Bangka Belitung (UBB) dan dikenal sebagai pencinta bung anggrek. Idha juga tercatat sebagai keluarga besar Bangka Flora Society (BFS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mengenang kepergian Idha korban Lion Air, dosen biologi dan pencinta anggrek
Lion Air Boeing 737 Max 8. ©2017 Merdeka.com/anggun

Idha Susanti (44), warga Bogor menjadi korban kecelakaan Lion Air JT 610. Idha merupakan dosen biologi Universitas Bangka Belitung (UBB) dan dikenal sebagai pencinta bung anggrek. Idha juga tercatat sebagai keluarga besar Bangka Flora Society (BFS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Idha Susanti yang juga akademisi Universitas Bangka Belitung (UBB) merupakan motivator dan inspirator bagi kami juga penggiat lingkungan yang konsen dalam penyelamatan anggrek di Bangka," kata Sekretaris Bangka Flora Society Fahmi Andika di Sungailiat, Kamis (1/11). Dikutip dari Antara.

Dosen biologi UBB yang sedang menempuh S3 di Institut Pertanian Bogor ini bergabung dengan BFS sejak 2007 lalu. Dari awal pembentukan BFS, Idha sempat melakukan komunikasi lewat aplikasi pesan grup WhatsApp satu hari sebelum pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang ditumpangi kecelakaan.

Menurut dia, korban sempat kontak dengan dirinya terkait kegiatan di Sungai Upang, karena pada tahun 2017 sempat ikut menggarap Sungai Upang saat daerah itu masih hutan.

"Ibu Idha menyatakan akan bertemu hari Senin (29/10), dia bilang akan berangkat bersama kita, karena selama empat hari nanti di Bangka," katanya.

Pada hari Senin ketika berangkat ke Bandara Soekarno Hatta dari kediamannya di Bogor diantar suami. Di luar kebiasaan setelah sampai sesuai jadwal normal keberangkatan, Idha tidak memberi kabar ke suami.

Suaminya sempat menelepon ke UBB menanyakan perihal apakah sudah tiba atau belum di Bangka, hingga akhirnya tersiar kabar kecelakaan pesawat Lion Air JT 610.

Agenda utamanya memang sebagai dosen UBB dan agenda lainnya ke BFS terkait bagian penelitian dan pendidikan di BFS. "Kami akan membicarakan apa rencana pengembangan di Sungai Upang, waktu dulu beliau rencananya akan mengembangkan Pulau Anggrek di tempat itu," terangnya.

Di BFS Babel, Idha terkenal sebagai sosok yang cukup aktif dalam setiap kegiatan atau pun ekspedisi khusus pelestarian anggrek. Rekan-rekan BFS terkesan saat bersama Idha ke Suak (Sungai kecil) di Desa Rukem beberapa waktu lalu untuk ekspedisi penyelamatan anggrek.

Idha kala itu bersama BFS Babel menyelamatkan anggrek di kawasan yang bakal di alih fungsikan dari hutan kemasyarakatan ke pertambangan.

"Kita ikut serta bersama ibu itu menyeberangi sungai berlumpur bawa karung berisi anggrek. Luar biasa beliau ini, kita lucu-lucuan sama-sama walau waktu ia akademisi lulusan S2, tapi dia larut dalam kebersamaan. Kita mau istimewakan beliau tidak mau, katanya biasa-biasa saja lah," pungkasnya.

Rekomendasi