Polisi juga tangkap 2 bocah laki-laki pelanggan prostitusi di Apartemen Kalibata

Polisi mengungkap kasus prostitusi anak di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Kamis (2/8). Dalam prosesnya, penyidik turut mengamankan dua bocah laki-laki yang menjadi pelanggan bisnis esek-esek tersebut.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Polisi juga tangkap 2 bocah laki-laki pelanggan prostitusi di Apartemen Kalibata
Polisi amankan pelanggan prostitusi di Apartemen Kalibata. ©2018 Merdeka.com

Polisi mengungkap kasus prostitusi anak di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Kamis (2/8). Dalam prosesnya, penyidik turut mengamankan dua bocah laki-laki yang menjadi pelanggan bisnis esek-esek tersebut.

"Dua anak laki-laki juga kami amankan 31 Juli di TKP. Mereka calon pelanggan," kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indardi di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (8/8).

Menurut Ade, ada 32 pekerja seks komersial yang diamankan. Lima di antaranya merupakan anak di bawah umur.

"Sudah bekerja kurang lebih dua tahun. Usianya 16 sampai 18 tahun," jelas dia.

Atas kasus tersebut, penyidik turut mendalami keterlibatan pemilik unit apartemen yang dijadikan lokasi prostitusi. Sejauh ini, pemilik diketahui hanya menitipkan unit apartemen kepada dua dari tiga tersangka kasus prostitusi itu untuk disewakan tahunan atau pun bulanan.

"Untuk tersangka perempuan dengan inisial R, kemudian laki-laki T alias O, mereka adalah agen marketing properti yang secara fakta ada 17 unit apartemen dari sekian puluh apartemen yang mereka pasarkan, digunakan praktik prostitusi ini," kata Ade.

Jajaran Polda Metro Jaya mengamankan tiga muncikari yang diduga mengelola bisnis prostitusi anak bawah umur di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Pengungkapan kasus esek-esek di apartemen tersebut merupakan kesekian kalinya dibongkar kepolisian.

Dalam kasus prostitusi anak itu, ada tiga pelaku yang diringkus pada Kamis 2 Agustus. Dari mereka, disita uang sebesar Rp 1 juta yang diduga hasil transaksi dari pekerja seks komersial berinsial G dan KH.

Informasi dari Subdit Renakta Polda Metro Jaya, muncikari berinisial S alias O membuka aplikasi Beetalk dan menawarkan dengan menulis OPEN BO/Booking Out. Dia menerima pesanan perempuan yang dapat memuaskan seksual.

Apabila ada yang berminat memakai jasa seks komersial, tersangka langsung menjelaskan mekanismenya dengan terlebih dahulu dengan memberikan nomor Whatsapp untuk chatting dengan si calon pelanggan.

Dia kemudian memberikan foto perempuan yang ditawarkan berikut tarifnya. Rata-rata, untuk sekali main ongkosnya berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Apabila ada tamu yang berminat, antara muncikari dengan tamu kemudian bertemu di taman salah satu tower di kompleks apartemen itu. Setelah tamu bertemu serta cocok dengan perempuan dan harganya kemudian muncikari mendapatkan imbalan sekitar Rp 50 ribu.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi