Puluhan ribu buruh dikabarkan akan mengawal Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendaftar sebagai capres ke KPU, Jumat (10/8). Kabarnya, puluhan ribu buruh dari berbagai daerah itu juga telah long march atau jalan jauh menuju Jakarta.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak mengganggu gelaran Asian Games 2018 dan juga ketertiban masyarakat.
"Kita imbau mereka tidak usah ngawal-ngawal begitu. Kalau cuma dari Tugu Proklamasi ke KPU sih wajar tidak mengganggu, tapi kalau sampai menutup jalur Asian Games sangat disayangkan," ujar Setyo, Jakarta, Rabu (8/8).
Setyo menuturkan, pada dasarnya pengawalan tersebut sah-sah saja selama tidak mengganggu kemaslahatan umum. Menurut dia, kepolisian telah melakukan mediasi agar aktivitas tersebut tidak mengganggu pelaksanaan Asian Games di Jakarta dan sekitarnya.
"Teman-teman dari jajaran intelijen maupun dari Sabhara sudah mulai melakukan pendekatan ke mereka, mengimbau, memediasi, memberikan penjelasan bahwa ini kebaikan untuk bangsa," ucapnya.
Dia mengatakan, memang Asian Games baru dibuka secara resmi pada 18 Agustus 2018. Namun kontingen dari berbagai negara peserta Asian Games sudah mulai berdatangan jauh sebelum tanggal tersebut.
Apalagi beberapa cabang olahraga sudah mulai dipertandingkan pada 10 Agustus mendatang. "Yang pasti tanggal 10 sudah mulai pertandingan. Jadi kita sudah mulai pengamanan, sebetulnya sudah siap dari tanggal 1 kemarin," kata Setyo.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan, Prabowo dan cawapres pilihannya akan diantar sekitar 50 ribu buruh mendaftar ke KPU. Buruh yang melakukan long march dari Jawa Tengah diklaim sudah sampai di kawasan Jawa Barat.
Dia menyebut, puluhan ribu buruh tersebut siap memadati Jakarta. Dia pun meminta masyarakat untuk memaklumi antusiasme para buruh jika nanti menimbulkan kemacetan di beberapa titik jalanan Ibu Kota.
Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com