Pasien RS Sanglah Denpasar dievakuasi akibat gempa 7 SR di Lombok Utara

Pasien RS Sanglah Denpasar dievakuasi akibat gempa 7 SK di Lombok Utara. Direktur Medik RSUP Sanglah Dr. I Ketut Sudartana, Sp.B-KBD mengatakan, pasien ini ditempatkan di pinggiran selasar sepanjang lorong gedung sebelah barat hingga kondisi aman.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Pasien RS Sanglah Denpasar dievakuasi akibat gempa 7 SR di Lombok Utara
Kondisi RS Sanglah usai gempa 7 SK. ©2018 Merdeka.com

Ratusan pasien yang menjalani rawat inap di gedung bertingkat di RSUP Sanglah Denpasar, langsung dievakuasi ke luar gedung akibat gempa 7 Skala Richter yang terjadi di Lombok Utara, Minggu (5/8). Direktur Medik RSUP Sanglah Dr. I Ketut Sudartana, Sp.B-KBD mengatakan, pasien ini ditempatkan di pinggiran selasar sepanjang lorong gedung sebelah barat hingga kondisi aman.

"Hal ini untuk mengantisipasi kejadian tak diinginkan jika ada gempa susulan," kara Sudartana, Senin (6/8) pagi.

Menurut Sudartana, pasien yang dievakuasi keluar gedung hampur 300 ratusan dan pasien ini sudah mulai dievakuasi sejak pasca gempa terjadi. Pasien yang menjalani perawatan darurat ini kebanyakan berasal dari Gedung sal Angsoka, Cempaka dan Wing Amertha RSUP Sanglah.

Selain itu, lanjut Sudartana, pihaknya juga membangun tenda darurat dari BNPB di lapangan belakang gedung. Beberapa pasien yang harus mendapatkan perawatan intensif akan dirawat di tenda darurat.

"Semua tim medis mulai dokter spesialis, perawat, hingga dokter residen semua dikerahkan. Sampai kapan juga belum tahu. Semua akan kita pantau terus dan berkoordinasi dengan BMKG hingga situasi aman," jelasnya.

Sudartana menjelaskan, kondisi rumah sakit masih tergolong aman. Tidak ada pasien yang terdampak gempa. Namun, tembok gedung bertingkat dilaporkan mengalami keretakan.

"Ada di Wings Amertha, gedung PJT, Cempaka dan Angsoka semua ada retak temboknya," ujarnya.

Selain itu, RSUD Sanglah Denpasar juga menerima kiriman 6 pasien yang korban gempa dari Sesetan dan Sidakrya Denpasar. Saat ini, sudah menjalani perawatan intensif. Menurutnya ada beberapa korban yang juga mengalami patah tulang.

Pihaknya akan segera melakukan tindakan lebih lanjut. Untuk saat ini, pihaknya memfokuskan pada kondisi mental dan psikologis pasien pasca gempa.

"Dari 6 pasien (Korban) ada 2 yang sudah dipulangkan yang empat akan dilakukan tindakan operasi. Untuk saat ini pasien yang dievakuasi hampir 300 lebih. Kami juga belum tau masih menunggu dari BMKG, kalau memamg bagus mungkin dua hari kami kembali normal," ujarnya.

"Tapi masalahnya psikologis pasien yang masih tergangu, sehingga mereka tidak belum siap kembali keruang rawat masing-masing. Kami akan tetap memantau kondisi pesien," ujarnya.

Rekomendasi