4 Kisah haru anak orang miskin bisa jadi perwira TNI

Kegigihan dan kerja keras mereka, patut diapresiasi dan dicontoh anak-anak Indonesia. Walau dari keluarga kurang mampu, mereka tetap meraih cita-citanya

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
4 Kisah haru anak orang miskin bisa jadi perwira TNI
Aksi prajurit TNI di HUT ke 72. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Perjuangan dan kerja keras adalah dua kata yang tepat menggambarkan kegigihan para perwira TNI ini. Bukan tanpa alasan, mereka harus usaha dua kali lipat daripada yang lain. Karena mereka dilahirkan dari keluarga kurang mampu.

Tapi kegigihan dan kerja keras mereka, patut diapresiasi dan dicontoh anak-anak Indonesia. Walau dari keluarga kurang mampu, mereka tetap meraih cita-citanya. Ini kisah inspirasi dan haru anak-anak kurang mampu yang menjadi perwira TNI.

Samsul Huda yang merupakan lulusan terbaik dari TNI Angkatan Laut (AL) 2017. Dia langsung mendapat penghargaan Adhi Makayasa oleh Presiden Joko Widodo. Samsul sendiri bukan dari keluarga yang mampu, dia hanya anak petani asal Dusun Tutup Desa Sidodowo, Lamongan, Jawa Timur.

"Saya awalnya tidak menyangka dan saya kaget ketika dianugerahi lulusan terbaik. Karena saya awalnya tidak menargetkan hal tersebut," ujar dia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Samsul Huda sempat gagal masuk TNI tahun sebelumnya. Kegagalan ini tak membuatnya patah semangat, dia berusaha lebih keras dan berhasil masuk Akademi Angkatan Laut tahun berikutnya. Terbukti prestasinya melampaui Taruna yang lain. "Saya daftar dua kali, pertama di 2012 tapi saya gagal. Kemudian saya daftar lagi di 2013 dan alhamdulillah saya masuk," kata Samsul.

Letnan Dua Satya PD merupakan prajurit TNI Angkatan Laut. Demi meraih cita-citanya, Satya harus kerja keras untuk menyambung hidup. Pemuda asal Surabaya ini bercerita sebelum menjadi prajurit pernah menyambung hidup dengan bekerja sebagai loper koran dan menjadi sales di sebuah supermarket. Hal ini dilakukan olehnya karena pernah tiga kali tak lolos seleksi.

Dia mengatakan tak kuasa menahan air mata seolah tak percaya karena hasil jerih payahnya selama ini hanya dibantu oleh ibunya seorang karena sang ayah telah meninggal dunia. "Rasanya seperti tidak mungkin aja. karena dengan hanya satu orangtua saja bisa membesarkan menjadi seorang Perwira. Beda dengan yang lain, yang orangtuanya masih lengkap," ujarnya.

Lagi anak seorang petani berhasil masuk akademi militer dan lulus menjadi perwira TNI. Irwanda Wicaksono, perwira TNI Angkatan Laut (AL) yang dilantik oleh Presiden Jokowi, tidak bisa menahan haru. Hal ini disebabkan karena perjuangan orang tuanya yang hanya buruh tani di Desa Wayakan, Gunung Sawangan, Magelang.

"Alhamdulillah, saya sungguh tidak menyangka sekali bisa menjadi seorang perwira dengan dilantik oleh Presiden. Saya tidak bisa berkata-kata. Berterima kasih kepada bapak-ibu saya yang selama ini berkorban untuk saya," kata Irwanda.

Letnan Dua TNI Hafid Bahtiar berhasil lulus Akademi Militer dengan prestasi baik tahun ini. perlu usaha dan kerja kuras untuk bisa lulus dari Akmil TNI. Terlebih ayahnya cuma seorang penjual gorengan, yang kadang bekerja serabutan sebagai kuli bangunan.

Hafid mengaku sebelum diterima sebagai Taruna Akmil, dia sering membantu meringankan beban kedua orang tuanya dalam mencari nafkah. Dia menceritakan bagaimana gigihnya kedua orang tuanya bekerja keras untuk menghidupi keluarganya.

"Orang tua saya pernah berdagang bakso, gorengan, jagung dan kacang rebus di pinggir jalan. Masih ingat di memori saya waktu sekolah di SD dan SMP membawa gorengan saya jual di sekolah," ungkap Hafid.

Rekomendasi