Melalui aplikasi BBM, Emtek fasilitasi terbentuknya dosen zaman now

Demi menjawab tantangan itu, masih kata dia, ADI tengah mengembangkan program dosen zaman now. Di mana, salah satunya menggandeng BBM yang dimiliki oleh perusahaan Indonesia, Emtek.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Melalui aplikasi BBM, Emtek fasilitasi terbentuknya dosen zaman now
Ketua DPP ADI bidang IT Wendi Usino. ©2018 Merdeka.com

Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) menilai, di era sekarang, dosen memiliki tuntutan lebih. Baik dalam kompetisi maupun kemampuan untuk melakukan kolaborasi riset dengan profesor kelas dunia.

Ketua DPP ADI bidang IT, Wendi Usino mengatakan, kondisi dosen saat ini masih didominasi oleh generasi baby boomers dan generasi X yang merupakan digital imigrant. Sementara mahasiswa yang dihadapi merupakan generasi milenial atau digital native yang menggunakan teknologi.

Demi menjawab tantangan itu, masih kata dia, ADI tengah mengembangkan program dosen zaman now. Di mana, salah satunya menggandeng BBM yang dimiliki oleh perusahaan Indonesia, Emtek.

"Kita berpikir, dua generasi ini harus punya teknologi yang menjembatani, harus memanfaatkan teknologi yang ada. Karenanya kita kerjasama dengan BBM Indonesia. Jadi tidak enggak usah face to face seperti ini nantinya. Setelah diskusi diundang Emtek, difasilitasi, mendukung dan memberikan agar kuliah tidak terus di kampus. Jadi mereka mengakomodir," kata Wendi di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (7/5).

Dia menuturkan, ini masih dirintis dan baru akan dilaunching 12 Mei mendatang. Meskipun demikian, aplikasi yang diberi nama ADI Channel ini sudah diuji.

"Ini pernah di viewer 300 ribu tanpa down. Jadi ini bisa bentuknya para dosen yang tergabung dalam ADI membuat channel sendiri. Misalnya, mahasiswa saya 25. Saya bentuk channel dan dihadiri oleh 25 mahasiswa saya, yang saya invite. Di sana saya kuliah. Tapi bisa juga seminar dengan jumlah yang lebih banyak," jelas Wendi.

Dia menuturkan, dengan bekerjasama dengan BBM, maka tidak takut datanya yang disampaikan dalam ADI Channel nanti bocor.

"BBM ini kan sudah dimiliki Indonesia. Kita enggak takut konten hak cipta akan bocor. Servernya Indonesia lebih save. Karena itu kita sepakat kerjasama dengan BBM yang sudah milik kita (Indonesia). Jadi di sana kita bisa berkomunikasi dan sharing knowledge," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya

Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi