Dunia usaha dan industri diminta ikut andil peningkatan kompetensi pekerja

Dia menambahkan, program magang menjadi salah satu cara untuk menguatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam memenuhi kebutuhan industri. Untuk itu, perlu adanya kerjasama dengan semua pihak.

Anwar Khumaini
Oleh Anwar Khumaini - Reporter
Dunia usaha dan industri diminta ikut andil peningkatan kompetensi pekerja
Ilustrasi karyawan. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Odua Images

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) membutuhkan keterlibatan dunia usaha dan industri untuk melakukan percepatan peningkatan kompetensi kerja serta memenuhi permintaan kebutuhan pekerja yang terus meningkat di tengah pembangunan infrastruktur dan berbagai proyek pembangunan yang terus digenjot di berbagai daerah.

"Kami berharap investasi yang telah ada dapat ditingkatkan, termasuk investasi SDM, sehingga penciptaan lapangan kerja menjadi semakin luas dan memberikan transfer kemampuan (skill) bagi pekerja Indonesia di berbagai sektor usaha," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri, belum lama ini.

Dia menambahkan, program magang menjadi salah satu cara untuk menguatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam memenuhi kebutuhan industri. Untuk itu, perlu adanya kerjasama dengan semua pihak.

Untuk mencapai hal tersebut, jelas Hanif, penting dilakukan penguatan komite vokasi. "Supaya komitmennya betul-betul diperkuat, bukan hanya tandatangan MoU (nota kesepahaman), tapi ada motivasi untuk mencari cara supaya terus maju," jelasnya.

Mengomentari hal ini, Ketua Komite Pelatihan Vokasi Anton Supit menekankan, peran aktif komite vokasi daerah sangat berpengaruh terhadap kesuksesan pemagangan, oleh karena itu perlu adanya komitmen yang tinggi dari mereka.

"Komite vokasi daerah merupakan ujung tombak, yang paling penting adalah perubahan mindset (pola pikir) sehingga mereka bisa melakukan langkah nyata dan inovasi terkait pemagangan," ungkap Anton.

Sementara itu, Ketua Kompartemen Ketenagakerjaan Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Bob Azzam menjelaskan pentingnya untuk menyatukan unsur pemerintah dan industri supaya bisa bekerjasama guna meningkatkan penyerapan tenaga kerja yang ada di daerah.

"Salah satu kendala penyerapan tenaga kerja adalah karena adanya ketidaksesuaian antara lulusan pendidikan dan kebutuhan industri (miss-match). Perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan industri untuk menyusun kurikulum bersama," kata Bob Azzam.

Selain itu, lanjut Bob Azzam, hal yang tidak kalah penting adalah pembentukan karakter yang kuat bagi calon tenaga kerja.

Rekomendasi