Ingin cepat bertemu ayah, firasat sang anak sebelum pensiunan TNI AL tewas dibunuh

Agus mengaku, seminggu sekali selalu menyempatkan berkunjung ke rumah ayahnya. Namun, pada minggu ini dia merasa ingin bertemu ayahnya secepatnya.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Ingin cepat bertemu ayah, firasat sang anak sebelum pensiunan TNI AL tewas dibunuh
Ilustrasi Pembunuhan. ©2016 Merdeka.com

Seorang pensiunan TNI AL tewas di dalam rumahnya Kompleks TNI AL, Jalan Kayu Manis RT 07/06 No.18 Kel. Pondok Labu Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Korban bernama Hunaedi (83). Anak korban mengaku mendapatkan firasat sebelum ayahnya meninggal.

Pasangan Hunaedi dan Sopiah memiliki enam orang anak. Salah satu anaknya bernama Agus Purnama Hadi. Dia tinggal di daerah Serang, Banten.

Agus mengaku, seminggu sekali selalu menyempatkan berkunjung ke rumah ayahnya. Namun, pada minggu ini dia merasa ingin bertemu ayahnya secepatnya.

"Dari kemarin-kemarin muncul rasa untuk secepatnya datang ke rumah ayah. Tapi selalu ragu-ragu," ucap dia di lokasi pemakaman, Jumat (6/4).

Ternyata, Kamis malam mendapatkan kabar ayah meninggal dunia. Saat itu dia belum tahu penyebab kematian ayahnya.

"Dapat pesan WhatsApp dari temen-temen bilang rumah saya ramai orang. Tidak lama setelah itu, keponakan beri kabar ayahnya (Hunaedi) meninggal," ucap dia.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Stefanus Tamuntuan menuturkan kronologi kejadiannya. Pensiunan TNI AL berusia 83 tahun itu ditemukan tewas dalam keadaan tengkurap. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan ada sejumlah luka pada tubuh korban.

"Luka robek. Antara lain dua di bagian bawah dada kiri dan satu di lengan kiri," ujar Stefanus dalam keterangan resminya yang diterima Liputan6.com, Kamis 5 April 2018.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi