Anggaran membengkak jadi Rp 180 M, pembangunan Masjid Raya Sriwedari molor

Proyek pembangunan Masjid Raya Sriwedari Solo dipastikan molor dari rencana awal, April 2018. Molornya pembangunan masjid di pusat Kota Solo tersebut dikarenakan membengkaknya anggaran.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Anggaran membengkak jadi Rp 180 M, pembangunan Masjid Raya Sriwedari molor
ilustrasi masjid. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Naufal MQ

Proyek pembangunan Masjid Raya Sriwedari Solo dipastikan molor dari rencana awal, April 2018. Molornya pembangunan masjid di pusat Kota Solo tersebut dikarenakan membengkaknya anggaran.

Pada awalnya, anggaran ditetapkan Rp 160 millar. Namun seiring berjalannya waktu, anggaran naik menjadi Rp 180 miliar.

Ketua Tim Pembangunan MTTS, Achmad Purnomo menyampaikan, pembengkakan anggaran disebabkan adanya perubahan kualitas bangunan. Sehingga desain bangunan pun sedikit mengalami perubahan.

"Ada penyesuaian desain antara yang diusulkan oleh Pemkot dengan PT Wijaya Karya (Wika) selaku pelaksana proyek. Penyesuaian ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sehingga terpaksa membuat proses pembangunan juga harus berubah," ujar Purnomo saat ditemui merdeka.com, Kamis (5/4).

Menurut Wali Kota Solo itu pada pekan lalu dari PT Wika sudah menyerahkan desain ke Pemkot. Namun desain yang disodorkan oleh PT Wika tersebut mengalami sedikit perubahan dari yang direncanakan sebelumnya.

"Jadi karena ada perubahan kualitas bangunan, waktunya jadi mundur, anggaran juga mengalami peningkatan. Dari Rp 160 miliar, menjadi Rp 180 miliar. Itu belum termasuk dengan bangunan menaranya. Nanti untuk bangunan menara masih akan dikonsultasikan lebih lanjut," katanya.

Ketua Panitia MKKS itu menambahkan, pekan ini Pemkot akan berkoordinasi lagi dengan PT Wika untuk memastikan pembangunan.

Rekomendasi