Mabes Polri memastikan pengrusakan gereja di Desa Mekar Sari, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, tidak terkait isu keagamaan. Pengrusakan oleh sejumlah orang tidak dikenal itu terjadi, Kamis (8/3) pukul 00.30 Wib dan mengakibatkan tembok dan jendela gereja rusak.
"Itu sudah ada titik terang bahwa pertama itu bukan masalah agama," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/3).
Motif pelaku ngamuk hingga merusak gereja, lanjut Setyo, akibat ketidakpuasan terhadap pemilihan Kepala Desa di daerah itu.
"Pengrusakan itu adalah masalah residu dari pemilihan Kepala Desa ada orang tidak puas yah," tegasnya.
Diketahui, akibat gereja itu dirusak, tembok bagian depan jebol, jendela rusak, dan kursi yang berada di dalam tempat ibadah berantakan.
Petugas juga mengetahui mesin air hilang diduga dicuri para pelaku. Pengrusakan tersebut sempat diketahui warga sekitar. Hanya saja, warga tak berani mendekat karena takut membahayakan jiwanya.