Rob dan banjir menjadi masalah yang terus berulang setiap tahun di sejumlah wilayah di Jawa Tengah. Oleh karena itu, calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memprioritaskan persoalan tersebut untuk segera ditangani. Dia memantau proses normalisasi Kanal Banjir Timur (KBT) dan Kolam Retensi Kaligawe (KRK), Kamis (8/3).
Normalisasi dimulai dengan pembebasan bantaran sungai dari bangunan. Sebagian kios-kios pedagang kaki lima dan rumah mulai kosong. Jembatan kayu yang menghubungkan Jalan Sawah Besar dan Jalan Barito sudah ditutup.
"Kios PKL dan rumah-rumah di Kelurahan Sawah Besar sudah mulai pindah. Tapi yang Kelurahan Kaligawe belum," kata Slamet Untung (61) warga setempat.
Sedangkan proyek kolam retensi di area Rusunawa Kaligawe sudah hampir selesai. Menurut Agung Pusmargiono, mandor proyek, pekerjaan sedang dikebut dengan target Agustus tahun ini.
"Sekarang ini penyelesaian pintu air, kolam retensi ini akan membantu menyedot air yang biasanya bikin banjir di Kaligawe. Air Kaligawe akan disedot lalu dialirkan ke KBT," kata Agung.
Satu lagi kolam retensi yang sedang dibangun di Banjardowo, Genuk. Kolam ini akan menyedot air rob dan banjir di sekitar Genuk untuk dialirkan ke Kali Babon.
Melihat pencapaian pembangunan tersebut, Ganjar mengaku puas genangan air sudah surut. Sebelumnya banjir di Kaligawe dan Genuk berlangsung lebih dari sebulan. Genangan dan jalan rusak membuat macet pengguna jalan.
"Saya menerima banyak aduan terkait banjir di Kaligawe, dan saya sudah ngomong ke Kementerian PUPR dan direspons cepat dengan mengirim lima pompa berkapasitas besar sebagai solusi jangka pendek," ujarnya.
Ganjar juga sempat mengunjungi beberapa rumah yang rusak parah akibat terendam air di RT 4 RW 1 Kampung Kisiksari Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara.
Ganjar menemui salah satu pemilik rumah, Muayanah (50). Janda beranak tiga itu mengeluhkan kondisi rumahnya yang hampir tiap hari kemasukan air.
"Kalau tidak hujan air saja masuk apa lagi kalau hujan, masuk tinggi sampai kasur kami tidak bisa tidur," kata penjual makanan itu.
Menurut Ganjar, penanggulangan rob dan banjir di Semarang butuh waktu karena saat ini satu persatu proyek sedang dikerjakan. Selain normalisasi KBT dan kolam retensi, akan dibangun tanggul laut di sepanjang pesisir Semarang hingga Demak. Tanggul yang difungsikan juga sebagai jalan tol tersebut akan membendung air rob agar tidak masuk ke daratan.