Jorge Gabriel Langone (42) pria asal Argentina memboyong putri manisnya, Alum Langone Avalos (7) berpetualang ala backpacker di wilayah Sulawesi Selatan. Perjalanan delapan hari dengan kurang lebih menempuh 500 kilometer dimulai dari Kota Makassar hingga Kabupaten Toraja Utara.
Jejak petualangannya tak cuma dilakukan berdua. Mereka ditemani Candela Soledad Guiterrez (33), teman wanita Jorge menikmati perjalanan dengan berjalan kaki diselingi naik mobil. Kemudian menumpang bermalam di rumah warga hingga akhirnya tiba di Kabupaten Toraja dan Toraja Utara, salah satu ikon wisata Sulawesi Selatan.
Sebelumnya, Jorge pria bergaya nyentrik dengan rambut gondrongnya itu telah dilaporkan oleh mantan istrinya, Elizabeth Avalos atau ibu kandung Alum, telah menculik anaknya sendiri di saat hak asuh ada pada Elizabeth Avalos. Dia dilaporkan sejak Juni 2017 lalu dan pencariannya selain oleh pihak Kepolisian Argentina, juga melibatkan negara-negara yang tergabung dalam interpol dunia termasuk Indonesia.
Sekretaris Nation Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia, Brigjen Polisi Napoleon Bonaparte menjelaskan, sebelum masuk ke wilayah Indonesia, Jorge bersama Candela teman wanitanya itu membawa Alum keliling ke sejumlah negara. Antara lain ke Jepang, Bolivia, Brazil dan Malaysia, Sebelumnya, Alum diculik di sekolahnya di Argentina, Juni 2017 lalu.
"Di Indonesia, mereka sebetulnya belum lama. Hanya delapan hari hingga akhirnya ditemukan di Kabupaten Toraja Utara. Mereka justru lama dalam perjalanannya di sejumlah negara," kata Napoleon kepada wartawan saat konferensi pers sekaligus penyerahan tertulis atas Alum Langone Avalos ke pemerintah Argentina melalui Kabag Konsuler Kedubes Republik Argentina, Martin Contazo di Polda Sulsel, Rabu (7/2).
Dia menjelaskan, ketiganya berada di wilayah Sulawesi Selatan hanya delapan hari. Yakni enam hari perjalanan dari Kota Makassar menuju Kabupaten Enrekang dan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Toraja Utara dan selama dua hari mereka di sana.
Mereka menginap di rumah warga, pemilik Sallebayu di lokasi wisata Kete Kesu, Kelurahan Pata'nakang, Kecamatan Kesu, Kabupaten Toraja Utara.
Menurut Napoleon, selain karena masalah keuangan, Jorge dan teman wanitanya, Candela Soledad Gueterrez itu memang menyukai kesederhanaan dan suasana pedesaan. Sehingga di negara yang disinggahinya itu rata-rata sengaja menginap di daerah pedesaannya sebagaimana saat berada di Jepang. Di sana dia menginap di rumah warga yang jauh dari perkotaan.
"Jorge ini memang hidupnya suka sederhana dan berpetualang di pedesaan. Kita lihat penampilannya seperti kehidupan kaum Hippies. Dan Jorge sempat cerita kalau perjalanannya dari Makassar ke Toraja sejauh 500-an kilometer itu dengan berjalan kaki bersama Alum putrinya dan Candela. Lalu juga kadang naik mobil dan turun lagk minga bantuan penduduk setempat. Mereka kemudian diberi makan menginap, mandi. Terus begitu hingga tiba di Toraja Utara. Dia itu seniman," kata dia.
Adapun Kapolres Toraja, AKBP Julianto Sirait menjelaskan, keberadaan Jorge dan putrinya Alum serta Candela diketahui melalui tracking IT didukung informasi masyarakat.
"Dan akhirnya mereka kita temukan di rumah salah seorang warga pemilik Wisma Sallebayu, Restaurant & Bungalows. Jadi mereka menginap bukan di wisma tetapi di rumah pemilik wisma itu. Mereka sedang sarapan, Selasa kemarin pukul 10.00 wita," kata Julianto Sirait.
Saat ditemui, Jorge dan teman wanitanya cukup kooperatif. Selanjutnya bersedia dibawa ke Makassar. Dalam petualangannya, mereka tidak membawa barang banyak. Cukup dengan ransel masing-masing tapi memang ukurannya besar-besar.
"Alum putrinya juga bawa ransel sendiri dan membawa boneka mainannya. Gadis kecil ini tampak sehat," kata dia.