Partai kayak kapal selam, muncul ketika pemilu lalu tenggelam

'Partai kayak kapal selam, muncul ketika pemilu lalu tenggelam'. Di sisi lain dia menilai partai hanya mementingkan kepengurusan keanggotaan di tingkat kabupaten atau kota. Sedangkan di tingkat kecamatan seolah terlupakan. Padahal dalam keputusan MK soal verifikasi faktual akan dilakukan sampai tingkat kecamatan.

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Partai kayak kapal selam, muncul ketika pemilu lalu tenggelam
Ilustrasi Pemilu. ©2015 Merdeka.com

Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sigit Pamungkas menilai pengelolaan partai politik seperti kapal selam. Maksudnya, kata dia, muncul saat tahun politik saja kemudian menghilang saat telah usai.

"Partai kayak kapal selam ya, muncul ketika pemilu, setelah pemilu tenggelam lagi enggak pernah mengurus," katanya dalam diskusi perspektif Indonesia dengan tema Pro Kontra Verifikasi Faktual Parpol, di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/1).

Di sisi lain dia menilai partai hanya mementingkan kepengurusan keanggotaan di tingkat kabupaten atau kota. Sedangkan di tingkat kecamatan seolah terlupakan. Padahal dalam keputusan MK soal verifikasi faktual akan dilakukan sampai tingkat kecamatan.

"Pada kepengurusan di level kecamatan tahun 2014 verifikasi faktual itu tidak dilaksanakan waktu itu," jelasnya.

Di tingkat kecamatan dia juga mengakui partai politik seolah lepas tangan. Hal ini karena banyak infrastruktur keanggotaan di kecamatan tidak diperhatikan. Tentu ini menjadi tantangan untuk partai politik

"Sewa ruang untuk kantor tak murah, apalagi jika dikalikan dengan jumlah kecamatan. Saya juga tidak yakin partai politik mencatat anggotanya dengan rapi. Karenanya partai tak cukup siap verifikasi anggota di tingkat kecamatan, tetapi kabupaten mereka masih bisa pegang. Ini seperti partai kapal selam, muncul pas Pemilu. Ini jadi tantangan partai politik," kata Sigit.

Rekomendasi