Menyambung hidup di tanah terlarang Nusakambangan

Menyambung hidup di tanah terlarang Nusakambangan. Di pelosok ujung barat Pulau Nusakambangan, terdapat 30 keluarga yang nekat menyambung hidup dalam keterpencilan. Kerap dikatakan sebagai penduduk liar dan merambah hutan jadi perkebunan, kisah mereka mengabarkan ihwal keputusasaan tentang daerah asal.

Nanda Farikh Ibrahim
Menyambung hidup di tanah terlarang Nusakambangan
Kastari (70) meninggalkan daerah asalnya Kabupaten Purbalingga menuju Nusakambangan pada 2012 silam. Di pulau yang tersohor dengan sebutan 'Pulau Tahanan' ini, dia membuka lahan perkebunan seluas 1 hektare. ©2018 Merdeka.com/Abdul Aziz
Rekomendasi