Wajah Rastiyem berseri-seri saat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo masuk ke rumahnya di Desa Pamulihan, Kecamatan Larangan, Brebes. Perempuan berusia 75 tahun tersebut termasuk penerima bantuan renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).
Rastiyem hidup seorang diri. Meski empat anaknya yang hidup terpisah ingin mengajaknya, dia tidak mau. Alasannya, gubuk yang telah direnovasi tersebut harus dijaga karena peninggalan suaminya. Dalam kesehariannya, Rastiyem menggantungkan hidup kepada anak dan tetangganya.
Dia masih mampu memasak sendiri. Menu favoritnya adalah nasi dengan lauk ikan asin. Namun jika tidak punya uang, dia menaburi nasi putih yang dimasaknya dengan garam.
Ganjar mengatakan Pemprov Jateng komitmen mengatasi kemiskinan, salah satunya dengan renovasi rumah. Jumlah RTLH di Kabupaten Brebes yang diperbaiki tercatat sebanyak 775 unit atau menjadi yang terbanyak dibandingkan dengan kabupaten/kota se-Jateng.
"Di desa ini penerima RTLH paling banyak, ada148 rumah. Ini PR kita semua, dari pemerintah pusat, provinsi, dan terutama di kabupaten," ujarnya.
"Dalam satu tahun kami menargetkan perbaikan RTLH sebanyak 20 ribu unit, setiap rumah mendapat bantuan sebesar Rp10 juta," sambungnya didampingi Wakil Bupati Brebes Narjo.
Agar target perbaikan RTLH bisa tercapai dan hasilnya optimal, Ganjar mengatakan perlu ada koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Jateng, Rudy Apriyantono, mengatakan target perbaikan RTLH sebanyak 20.000 unit pada 2017. "Saat ini masih terus dilakukan validasi dan verifikasi baru, sedangkan realisasi kegiatan perbaikan RTLH akan dilakukan," katanya.
Dia menyebutkan, bantuan perbaikan RTLH ini diberikan bagi keluarga miskin dan diutamakan yang tinggal di 15 kabupaten yang masih masuk kategori zona merah kemiskinan.
"Kami bekerja keras agar tidak ada warga miskin yang rumahnya tidak layak huni tercecer atau tidak masuk dalam program rehabilitasi sosial RTLH," ujarnya.