Demi ngelem, 12 remaja merusak dan curi besi makam di Langkat

Anak-anak di bawah umur ini merusak makam untuk mengambil besinya lalu dijual. Uang hasil penjualan dipakai untuk membeli lem.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Demi ngelem, 12 remaja merusak dan curi besi makam di Langkat
Kuburan di Langkat dirusak. ©2017 Merdeka.com

Belasan anak di bawah umur diduga merusak makam di Langkat, Sumut. Mereka mencuri besi makam itu untuk membeli lem yang akan diisap.

Informasi dihimpun merdeka.com, Rabu (20/12), sejumlah makan yang dirusak berada di Perkuburan Desa Sei Bilah, Sei Lepan, Pangkalan Brandan, Langkat. Warga mengetahui peristiwa itu pada pekan lalu.

"Pelaku diduga merusak makam saat magrib," kata Mulkan, penjaga makam.

Pengrusakan makam itu membuat warga berang. Mereka mengadukan kejadian itu ke aparat setempat. Polisi menyelidikinya. Para pelaku ternyata masih berusia remaja. Anak-anak di bawah umur ini merusak makam untuk mengambil besinya lalu dijual. Uang hasil penjualan dipakai untuk membeli lem.

"Pelaku sempat kita amankan 9 orang, semuanya masih di bawah umur. Pengakuannya mereka berjumlah 12 orang," kata Kapolsek Pangkalan Brandan, AKP JM Sitompul.

Setelah diinterogasi, anak-anak itu mengaku mencuri besi makam untuk membeli lem. "Sebagai orang tua kita prihatin," sebut Sitompul.

Pihak Polsek telah mengundang orangtua anak-anak itu untuk bertemu tokoh agama, penjaga makam serta warga yang makam keluarganya dirusak. Mereka bertemu untuk mendapatkan solusi terbaik.

Dari pertemuan itu, diperoleh kesepakatan untuk membina para remaja itu. Mereka memang dikembalikan kepada keluarga, namun orangtuanya harus mengganti makam yang sudah dirusak.

Sitompul juga memberi masukan kepada para orangtua untuk lebih memperhatikan anaknya dan lingkungan. Agar tempat tinggal mereka terbebas dari pengaruh narkoba.

Rekomendasi