Istri Gubernur Aceh jenguk anak korban kekerasan oleh ibu kandung

Istri Gubernur Aceh jenguk anak korban kekerasan oleh ibu kandung. Dalam waktu dekat ini jika sudah mendapat izin dari dokter, kemungkinan bocah ini diadopsi sementara oleh ibu Bupati Pidie Syarifah Ahmad.

Afif
Oleh Afif - Reporter
Istri Gubernur Aceh jenguk anak korban kekerasan oleh ibu kandung
ilustrasi kekerasan anak. ©shutterstock.com

Istri Gubernur Aceh, Darwati A Gani menjenguk bocah dua tahun, korban kekerasan yang dilakukan oleh ibu kandung dan ayah tirinya, Rabu (16/8). Bocah berinisial SA itu dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro, Sigli dan sekarang sudah membaik.Darwati mengaku, kasus kekerasan terhadap anak ini harus dibawa ke ranah hukum. Karena kondisi korban mengalami patah tulang dan luka memar di sekujur tubuh. Apa lagi, pelaku kekerasan itu dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri AM."Kasus ini harus dilaporkan ke pihak kepolisian, dan saya sudah minta sama adek-adek KNPI Pidie untuk membuat laporan secepatnya," pinta Darwati A Gani.Kondisi SA sekarang sudah membaik setelah mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Saat Darwati menjenguk SA, terlihat akrab dan dekat dengan istri Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.Bahkan SA terlihat manja saat digendong Darwati, apalagi saat memberikannya makanan dan boneka yang dibawa khusus. Semakin lama SA semakin akrab dengan Darwati bahkan sampai larut dalam pangkuannya."Alhamdulillah saya senang melihat kondisi bocah saat ini karena sudah bisa senyumman dan sudah bisa diajak bercanda," ujarnya.Darwati menjelaskan, dalam waktu dekat ini jika sudah mendapat izin dari dokter, kemungkinan bocah ini diadopsi sementara oleh ibu Bupati Pidie Syarifah Ahmad. Karena menurut Darwati terlalu lama di rumah sakit juga tidak baik untuk kesehatan anak tersebut.Sementara Kapolres Pidie AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar mengatakan, kasus tersebut kini sudah ditangani pihak kepolisian. Saat ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi termasuk ibu kandungnya."Kita masih mendalaminya dan memeriksa sejumlah saksi, kemungkinan ini penganiayaan, tapi kita belum bisa memastikan dulu karena masih dalam pemeriksaan," kata Andy.

Rekomendasi