ICMI sebut ketua partai jangan hanya bicara jelang pemilu

Dia menilai, saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami campur aduk. Sebab kerap masyarakat tidak membedakan posisi seseorang kala berbicara atau mengeluarkan suatu pernyataan.

Nurul Afrida
Oleh Nurul Afrida - Reporter
ICMI sebut ketua partai jangan hanya bicara jelang pemilu
Jimly Asshiddiqie. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshidiqie enggan berkomentar dengan tudingan Yusril kepada Presiden Joko Widodo. Politisi PBB itu menyebutkan bahwa Jokowi telah melanggar Undang-Undang Keuangan.Untuk diketahui, Yusril mengatakan, pemerintah telah melampaui batas utang, 30 persen dari APBN. Dia mengungkapkan, utang negara saat ini telah mencapai 50 persen dari APBN."Saya bukan politikus, jadi saya tidak perlu menanggapi pendapat Yusril. Kalau sebagai Lawyer, tunggu bagaimana penilaian hakim," katanya di Kantor Pusat Kegiatan ICMI, Jl Proklamasi No.53, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/8).Jimly mengungkapkan, pernyataan politis harus dibalas oleh politisi bukan seorang pengacara. Untuk itu dia meminta kepada ketua partai politik untuk bersuara dan memberikan pendidikan kepada seluruh masyarakat Indonesia."Saatnya partai-partai politik jangan diam saja, ketua-ketua partai jangan kerjanya hanya menjelang pemilu. Fungsi partai politik harus dilakukan. Pendidikan politik juga kepada rakyat," tegasnya.Dia menilai, saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami campur aduk. Sebab kerap masyarakat tidak membedakan posisi seseorang kala berbicara atau mengeluarkan suatu pernyataan."Negara kita harus di bangun dengan peradaban yang semakin membedakan kedudukan-kedudukan orang itu. Kalau dia sebagai ketua umum partai, maka sebaiknya ketua partai lain menjawab. Terutama partai-partai dalam koalisi pemerintah, jangan di diamkan," tutupnya.

Rekomendasi