Ideologi tak hormati Pancasila jangan diberi tempat di Indonesia

Pemerintah mengusulkan pembubaran organisasi kemasyarakatan (Ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Organisasi ini dianggap bertentangan dengan Pancasila sehingga bisa membahayakan keutuhan NKRI.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Ideologi tak hormati Pancasila jangan diberi tempat di Indonesia
Hizbut Tahrir Indonesia konpers. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Pemerintah mengusulkan pembubaran organisasi kemasyarakatan (Ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Organisasi ini dianggap bertentangan dengan Pancasila sehingga bisa membahayakan keutuhan NKRI.Tokoh lintas agama, Franz Magnis Suseno menilai Indonesia dibangun dari sendi-sendi keberagaman baik dari suku, agama, ras dan budaya. Sejauh ini, lanjutnya, keberagaman justru menjadi kekuatan Indonesia dalam menghadapi upaya memecah belah bangsa. "Di luar nilai kebangsaan dan agama, bila ada ideologi atau paham yang tidak menghormati NKRI dengan Pancasila dan simbol-simbolnya tidak boleh diberi tempat di Indonesia," ujar Romo Magnis, Rabu (10/5).Romo Magnis mengajak seluruh anak bangsa untuk sama-sama membendung penyebaran ideologi berbahaya. "Apalagi ideologi itu terbukti sudah diselundupkan melalui perguruan tinggi dan sekolah-sekolah. Kalau tidak cepat diatasi, ini bisa mensubversikan bangsa Indonesia," tuturnya.Tanpa melihat dari sisi agama, Romo Magnis menilai langkah pemerintah membubarkan HTI sudah tepat. "Tetapi harus dilakukan melalui jalur hukum," kata Guru Besar Filsafat STF Driyarkara itu.Romo Magnis mengaku khawatir dengan rentetan kejadian di Indonesia selama Pilkada 2017, sampai terakhir pembubaran HTI ini. Menurutnya, stabilitas nasional yang tidak stabil justru akan memudahkan masuknya ideologi-ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. "Kita harus bersatu dengan memperkuat kebhinekaan Indonesia demi mempertahankan keutuhan NKRI. Kalau kita terus berseteru dan memperlebar perbedaan akan mengancam NKRI," pungkasnya.

Rekomendasi