Kapolri Jenderal Tito Karnavian meresmikan pembangunan gedung Bareskrim baru dengan ditandainya peletakkan batu pertama. Pembangunan rencananya baru akan rampung pada akhir 2018 mendatang.Dalam sambutannya, Tito mengatakan jika pembangunan gedung sudah seharusnya dilakukan mengingat yang sebelumnya sudah tidak layak pakai."Karena waktu itu gedungnya sudah sangat tidak layak lagi. Untuk sekelas Bareskrim yang merupakan FBI-nya Indonesia tapi gedungnya memprihatinkan," kata Tito di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (20/4).Gedung Bareskrim baru akan didirikan di atas lahan dengan luasan lebih kurang 65.637 meter persegi. Rencananya, gedung akan dibangun 17 lantai dan tiga lantai bawah tanah atau basement. Pembangunannya dikerjakan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Wijaya Karya.Polri menggelontorkan anggaran sebesar Rp 656.950.000 untuk membangun gedung itu. Anggaran diambil dari tahun 2016 sebesar Rp 11.771.000.000, tahun 2017 sebesar Rp 286.686.000.000 dan terakhir tahun 2018 sebesar Rp 348.348.205.000.Tito mengatakan pembangunan gedung ini sudah direncanakan sejak 2015 silam. Di mana saat itu, Bareskrim masih dipimpin oleh Komjen Budi Waseso."Masa hanya ruangannya Kabareskrim dan Wakabanya saja yang bagus mungkin. Yang lainnya ya begitulah, naik turun tangga, ruangannya, ruangan yang lama yang dan sudah tua," kata dia.Jenderal bintang empat ini berharap pembangunan gedung Bareskrim itu berjalan sesuai rencana dan rampung tepat waktu. Dia juga meminta jajarannya yang di Bareskrim untuk bersabar dan memanfaatkan gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lebih dulu."Kabareskrim dan teman-teman di Bareskrim sabar-sabar dulu. Himpit-himpitan di gedung KKP. Bahkan Tipikornya yang ada di tempat lain sabar-sabar. Yang jelas ini multi years, dua tahun. Insya Allah 2018 bisa selesai," pungkas Tito.
Kapolri prihatin Bareskrim sebagai FBI Indonesia gedungnya tak layak
Kapolri prihatin Bareskrim sebagai FBI Indonesia gedungnya tak layak. Saat ini sedang dilakukan pembangunan gedung baru di atas tanah seluas 65.637 meter persegi dengan anggaran multiyears Rp 600 miliar lebih. "Insya Allah 2018 bisa selesai," kata Tito.
Advertisement
Rekomendasi