Di Bareskrim, kubu SBY tak komentar banyak soal pelaporan Antasari

Didi enggan berkomentar banyak dengan dalih takut merusak suasana Pilkada yang sedang berlangsung di Ibu Kota. "Ya gitu aja ya sementara begitu aja ya ini masih Pilkada kita jaga suasana baik ya kita doakan Pilkada jangan sampai komentar saya apa namanya agak enggak enak dalam situasi Pilkada," ujar Didi.

Yayu Agustini Rahayu
Oleh Yayu Agustini Rahayu - Reporter
Di Bareskrim, kubu SBY tak komentar banyak soal pelaporan Antasari
SBY-Antasari. ©2017 Merdeka.com

Wakil Sekjen Partai Demokrat Didi Irawadi mengatakan, partainya belum membentuk tim kuasa hukum untuk Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, saat ini masih terlalu dini untuk membentuk tim kuasa hukum karena semua masih fokus pada gelaran Pilkada."Nanti ya, ini kan baru laporan awal, tentu kami dari Partai Demokrat punya tim kuasa hukum ya sementara saya sendiri sama Pak Utomo Karim, Pak Ferdinan dan Ibu Imelda Sari," kata Didi di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (15/2).Didi enggan berkomentar banyak dengan dalih takut merusak suasana Pilkada yang sedang berlangsung di Ibu Kota."Ya gitu aja ya sementara begitu aja ya ini masih Pilkada kita jaga suasana baik ya kita doakan Pilkada jangan sampai komentar saya apa namanya agak enggak enak dalam situasi Pilkada," ujar Didi.Adapun tujuan Didi Irawadi ke Bareskrim kali ini adalah untuk menyerahkan barang bukti yang telah mereka kumpulkan. Didi bersama rekannya tiba di Bareskrim sekitar pukul 09.30 WIB, dan keluar pukul 11.37 WIB."Sudah berbagai barang bukti ya, berbagai apa namanya itu fotokopi-fotokopi statement dia yang sudah jadi viral di berbagai media massa, dan juga kami siapkan rekaman-rekaman pernyataan saudara Antasari," jelas Didi. Untuk diketahui, Partai Demokrat sudah resmi melaporkan Mantan Ketua KPK, Antasari Azhar ke Bareskrim Polri. Pelaporan tersebut dilakukan karena Antasari dinilai telah melakukan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disebut-sebut telah melakukan kriminalisasi terhadapnya.

Rekomendasi