Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti kasus narkoba di lapangan silang Monumen Nasional (Monas), Jalan Silang Merdeka Barat Daya, Jakarta, Selasa (6/12). Pemusnahan ini dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo. Kepala BNN, Budi Waseso, mengatakan barang bukti narkoba yang dimusnahkan kali ini merupakan hasil penindakan kejahatan narkotika sejak dua bulan terakhir. Dalam pengungkapannya, BNN bekerja sama dengan Bea dan Cukai."Barang bukti narkotika yang dimusnahkan pada pemusnahan barang bukti ke-15 di tahun 2016 ini berupa 445 Kg sabu, 190.840 butir ekstasi, 422 Kg ganja, 323.000 butir Happy Five, dari 29 tersangka," ungkap Budi dalam sambutannya.Budi menambahkan, mulai Januari hingga November 2016, BNN telah mengungkap 96 kasus dan mengamankan 196 orang tersangka. Dari pengungkapan kasus tersebut, BNN berhasil mengamankan barang bukti berupa 990 Kg sabu, 3 Ton 51 Kg ganja, 616.534 butir ekstasi."Pada periode tersebut, BNN juga telah mengungkap 21 kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil kejahatan narkotika dengan total nilai aset mencapai Rp 261.863.413.345," sambung dia.Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri ini mengatakan, keberhasilan BNN dalam mengungkap kejahatan narkotika ini merupakan wujud sinergitas yang telah dilakukan BNN dengan aparat penegak hukum Iainnya, seperti Polri, TNI, Bea dan Cukai, Kejaksaan Agung, serta Kementerian Hukum dan HAM."Tak hanya itu, keberhasilan ini juga didukung oleh lembaga negara Iainnya, seperti PPATK, OJK, dan Bank lndonesia dalam mengungkap perputaran uang bernilai fantastis hasil berbisnis narkotika," tandasnya.
Di 2016, BNN sita 990 kg sabu, 3 ton lebih ganja dan 616.534 ekstasi
Di 2016, BNN sita 990 kg sabu, 3 ton lebih ganja & 616.534 ekstasi. "Pada periode tersebut, BNN juga telah mengungkap 21 kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil kejahatan narkotika dengan total nilai aset mencapai Rp 261.863.413.345," kata Kepala BNN, Budi Waseso.
Advertisement
Rekomendasi