Tiga petugas Puslabfor Polri dari Surabaya, bersama dengan 5 petugas INAFIS (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi ledakan depan gereja Oikumene, Samarinda, Senin (14/11) sore. Petugas melakukan sedikitnya 13 titik perkiraan adegan ledakan.Petugas tiba di lokasi sekira pukul 16.30 WITA, lengkap dengan peralatan identifikasi. Empat personel Brimob Polda Kaltim bersenjata ikut mengamankan jalannya proses identifikasi. Ada 6 motor di halaman gereja, dan 4 di antaranya berdekatan, termasuk motor milik terduga pelaku peledakan, Johanda, bernomor polisi H 2372 PE.Di dalam halaman juga petugas menyasar titik sumber ledakan, sesaat setelah tas diletakkan Johanda. Satu persatu titik adegan ditandai hingga berjumlah 13 titik.Tim INAFIS yang dilibatkan dalam proses identifikasi lokasi kejadian, tidak hanya dari Polda Kalimantan Timur, melainkan juga dari Polresta Samarinda dan Polres Kutai Kartanegara. Mereka terlihat mencermati setiap titik lokasi."Ya, fokus pada titik ledakan di lokasi," kata Kaur INAFIS Polres Kutai Kartanegara, Dian, kepada wartawan di sela proses idenfitikasi.
Puslabfor Polri olah TKP Gereja Oikumene ©2016 Merdeka.com/Nur AdityaMasih dari lokasi, petugas juga mengamankan sampel tanah dan serpihan bahan peledak, ke dalam kantong plastik untuk proses lebih lanjut. Hingga pukul 17.45 WITA memasuki petang, proses identifikasi Puslabfor dan INAFIS masih berjalan.