Kepolisian Republik Indonesia telah melakukan berbagai persiapan jelang demonstrasi besar-besaran dari sejumlah elemen masyarakat yang akan digelar pada Jumat (4/10) nanti. Satuan Brimob Polri akan diterjunkan langsung mengawal aksi demonstrasi tersebut.Kapolri Jenderal Tito Karnavian melarang semua anggota Brimob yang bertugas mengawal jalannya demonstrasi nanti membawa senjata api. Dikatakan Tito, Polri telah mempersiapkan tim untuk mengantisipasi bentrok dalam demonstrasi tersebut."Instruksi saya untuk pasukan yang berhadapan dengan demonstran enggak boleh bawa senjata apalagi peluru tajam. Ada tim dipersiapkan khusus untuk terjadi kontigensi," kata Tito di Mako Brimob, Depok, Senin (31/10).Tito tak menampik jika demonstrasi nanti berpotensi terjadinya aksi anarkis dari ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab atau provokator. Untuk itu, dia meminta anggota Brimob tidak mudah terpancing emosi."Kekacauan bisa terjadi karena beberapa faktor, f?aktor pendemonya sengaja lakukan aksi provokatif. Saya minta rekan-rekan enggak terpancing oleh orang yang akan manfaatkan terjadi bentrok perlu kita waspadai, teman harus menyikapinya dengan kepala dingin," ujar dia.Ditambahkan Tito, sesuai Undang-undang (UU) dan peraturan Kapolri semua anggota Polri wajib melindungi dan mengamankan para demonstran selama aksi itu tidak melanggar hukum."Polri wajib melindungi melayani dan mengamankan para demonstran sepanjang dilakukan dengan tata cara aturan hukum yang berlaku sesuai UU 98 dan peraturan kapolri," pungkas Tito.
Kapolri larang anggota Brimob bawa senjata api kawal demo 4 November
Kapolri larang anggota Brimob bawa senjata api kawal demo 4 November. Kepolisian Republik Indonesia telah melakukan berbagai persiapan jelang demonstrasi besar-besaran dari sejumlah elemen masyarakat yang akan digelar pada Jumat (4/10) nanti. Satuan Brimob Polri akan diterjunkan langsung mengawal aksi demonstrasi itu.
Rekomendasi