Ketua MPR kecam perdagangan 20 anak di NTT yang ditukar satu mobil

Zulkifli meminta penegak hukum menjerat pelaku perdagangan manusia dengan hukuman berat.

Mohammad Yudha Prasetya
Ketua MPR kecam perdagangan 20 anak di NTT yang ditukar satu mobil
Ilustrasi Human Trafficking. ©2014 Merdeka.com

Ketua MPR Zulkifli Hasan geram dengan maraknya kasus perdagangan manusia atau human trafficking di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Zulkifli mengutuk perbuatan itu.

"Pelanggaran kemanusiaan itu. Di mana saja kalau human trafficking itu pelanggaran kemanusiaan, biadab," ujar Zulkifli di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (24/8).

Zulkifli meminta penegak hukum menindak tegas pelaku. Dia juga meminta penegak hukum menjerat pelaku perdagangan manusia dengan hukuman maksimal.

"Harus ditindak tegas. Enggak ada lagi caranya, itu harus ditindak tegas. Itu melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan. Berat itu," pungkasnya.

Untuk diketahui, Kapolda NTT Brigjen Eustaceus Widyo Sunaryo mengatakan, perdagangan anak di provinsi NTT makin hari kian mengkhawatirkan. Dia bahkan menilai perdagangan anak di NTT ini sudah seperti menjual sapi di pasar. Anak diperjualbelikan mulai harga Rp4,5 juta hingga Rp27,5 juta per orang. Malah ada 20 anak dihargai satu mobil Daihatsu Xenia.

"Anak-anak ini dijual seperti sapi di pasar, tergantung perusahaan yang membutuhkan. Jika ada tawaran lebih mahal, mereka (pelaku perdagangan orang) akan menjualnya ke situ. Pelaku mencari untung yang sebesar-besarnya," ujarnya.

Pelaku diduga berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Anak-anak perempuan berusia 15-16 tahun itu direkrut dari berbagai desa. Polda NTT berhasil menangkap 13 pelaku perdagangan manusia yang ditangkap di Kupang 7-15 Juli.

Rekomendasi