Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, erupsi pada Kamis (27/8/2026) dengan kolom abu mencapai sekitar 2.500 meter di atas puncak.
"Erupsi disertai dentuman," kata Dwi Laksona, petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-Laki.
Ia menyebut letusan terjadi pada pukul 08.30 WITA dan kembali terjadi pada pukul 14.20 WITA.
Advertisement
Sebaran Abu Lewotobi Laki-Laki dan Rekaman Seismik
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah barat daya dan barat.
Erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 10,5 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 36 detik.
Dwi juga mencatat rekaman letusan dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi sekitar 2 menit 5 detik.
Pada erupsi pukul 14.20 WITA, tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.984 meter di atas permukaan laut. Adapun puncak Lewotobi Laki-Laki berada pada ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut.
Advertisement
Radius 5 Km, Imbauan Masker dan Peringatan Lahar
Dwi mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu untuk memakai masker atau pelindung mulut dan hidung guna menghindari paparan abu vulkanik.
Warga sekitar dan wisatawan diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Ia meminta kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung jika terjadi hujan berintensitas tinggi, terutama wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Gunung Lewotobi Laki-Laki saat ini berstatus Level III (Siaga). PVMBG akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam penyampaian informasi aktivitas gunung.